Showing posts with label Review Manga. Show all posts
Showing posts with label Review Manga. Show all posts

Wednesday 8 August 2018

[ REVIEW BLACK CLOVER 168 ] Haruskah si Ratu Tsundere dikoplok juga???




Manga Black Clover chapter 168 dimulai dengan tampilan Google Maps yang memperlihatkan lokasi Asta, Yuno dan para penyihir lainnya yang sedang berperang di Clover Kingdom.

Dari Map tersebut akhirnya kita tahu kalau posisi Licht saat ini sudah sangat dekat dengan Istana kerajaan Clover.

Disusul Patri yang sepertinya mulai mencoba melakukan over laps dengan kecepatan cahayanya, sementara dibelakangnya, Megazord Black Bull langsung melakukan overlaping masuk ke area kerajaan menggunakan sihir teleportasinya Valtos.

Yang menarik adalah posisi Yuno. Posisinya menyimpang dari keramaian. Nih anak kesasar nih!

Padahal di chapter 160, Yuno mengatakan kalau dia merasakan ada dua pancaran energi Elf di depannya. Sehingga dia memutuskan untuk menempuh jalan yang berbeda dengan Asta.

Tapi berdasarkan Maps yang ini, posisi Yuno malah terlihat paling jauh, baik dari Licht, Patri, maupun ibu kota kerajaan.

Apa yang sebenarnya terjadi kepada Yuno. Mungkinkah di tengah perjalanannya dia dihadang reinkarnasi Elf yang sangat kuat sehingga perjalanannya jadi terhambat?

Who knows.

Terlepas daripada itu, chapter kali ini sekali lagi menyajikan cerita mundur ke belakang disaat awal-awal sihir reinkarnasi diaktifkan.

Jadi apa yang diceritakan di chapter ini, secara timeline bersamaan dengan saat Meleoleona bertarung melawan Rhya di markas Midnight Sun pada chapter 150.

Nah, dalam alur cerita paralel ini, diceritakan apa yang terjadi kepada Yami Sukehiro, setelah Patri berhasil mengalahkan Kaisar Julius.

Belum sempat Yami memindahkan tubuh Julius, sihir reinkarnasi sudah berhasil diaktifkan oleh Patri.

Dan Marx, yang disuruh Yami pergi mencari bantuan, datang terlambat ke TKP bersama seorang tenaga medis kerajaan bernama Owen.

Namun itu bukanlah berita buruknya. Ada yang lebih buruk dari itu.

Marx dan Owen datang ke TKP bukan sebagai tenaga bantuan untuk menolong Kaisar Julius.

Keduanya datang menemui Yami sebagai seorang reinkarnasi Elf yang ingin membalas dendam kepada umat manusia.

Meskipun dalam kondisi normal keduanya bukanlah tipe penyihir petarung, tetapi setelah dirasuki jiwa Elf, keduanya bisa memanfaatkan jenis kekuatan sihir mereka masing-masing untuk bertarung.

Marx yang memiliki sihir tipe komunikasi, jadi bisa menggunakan panah penghilang ingatan. Sementara Owen jadi mampu menggunakan sihir elemen airnya untuk menciptakan ubur-ubur air raksasa untuk menyerang lawan.

Setelah menunjukkan bakat terpendam mereka masing-masing di depan Yami dengan memperagakan bagaimana kekuatan sihir mereka bisa digunakan untuk melumpuhkan dua orang penyihir kerajaan, Marx dan Owen menantang duel si kapten Blackbull.

Tapi agaknya mereka sudah salah memilih lawan.

Apalagi mereka sampai membuat Yami marah dengan mengatakan ingin mencincang tubuh Julius di depan matanya.

Hal ini membuat Yami mempersingkat durasi pertarungan dengan langsung mengoplok tengkuk kedua reinkarnasi Elf amatiran tersebut.

Dalam pertarungan ini, Yami menunjukkan beberapa jurus yang sebelumnya belum pernah dia tunjukkan.

Seperti kemampuannya menyerap panah sihirnya Marx dengan menciptakan semacam black hole dari tangan kirinya, serta variasi lain dari Dark Cloaked yaitu Avidya Reverse Back Strike yang digunakan untuk mengoplok Marx dan Owen sekaligus.

Bagi kalian yang masih belum paham apa itu teknik Dark Cloaked, akan kami jelaskan sebentar.

Dark Cloaked adalah teknik mengaplikasikan sihir kegelapan ke dalam Pedang. Sehingga Yami bisa menebaskan sihir kegelapan menggunakan pedangnya.

Atau perbandingan sederhananya seperti melapisi pedang dengan Busho Haki.

Teknik semacam ini tidak lazim digunakan oleh seorang penyihir, karena biasanya para penyihir akan langsung mengeluarkan elemen sihirnya dari mantra yang tertulis di dalam Grimoire.

Saat ini teknik semacam ini hanya diperagakan oleh Yami.

Nah, ada yang unik nih dari reinkarnasi Elf Owen dan Marx.

Jika kalian cermati, bentuk tribal tattoo di wajah Owen berbentuk mirip seperti logo apotek atau dalam bahasa kedokterannya disebut Staff of aesculapius, sesuai dengan kemampuan sihir utama Owen dibidang penyembuhan.

Sementara tribal tattoo di wajah Marx mirip seperti lambang kabel USB, sesuai dengan jurusan yang dia ambil dibidang komunikasi.

Sayangnya, K.O nya Marx dan Owen tidak membuat kesibukan Yami berkurang. 

Belum sempat santai menghabiskan sebatang rokoknya, musuh baru datang menyerang.

Kali ini serangan mawar berduri siap mencabik-cabik tubuh dan perasaannya Yami.
review black clover gue noe 168

Kapten Skuad Blue Rose, Charlotte Roselei ternyata juga menjadi salah satu korban sihir reinkarnasi Elf yang diaktifkan oleh Patri.

Dan takdir unik membawanya bentrok dengan satu-satunya orang yang berhasil mencuri hatinya.

Pertarungan Yami dan Roselei pasti bakalan unik nih, meskipun sepertinya juga tidak akan berlangsung lama.

Roselei yang memendam perasaannya kepada Yami, kali ini pasti akan bertarung dengan kekuatan penuh karena tubuhnya kini berada di bawah kendali seorang Elf.

Tapi... entah kenapa kami yakin, nanti di tengah pertarungan, cinta monyetnya Roselei kepada Yami akan membuat Roselei mampu mengambil alih kembali kendali tubuhnya dari Elf yang merasukinya.

Meskipun demikian, sifat Tsundere-nya akan membuatnya tetap melanjutkan pertarungan melawan Yami sampai sesuatu yang heboh terjadi.

Piye menurutmu cah???

Sunday 5 August 2018

[ REVIEW ONEPIECE 913 ] TOPI JERAMI VS MANUSIA JERAMI!!!


Manga onepiece chapter 913 dibuka dengan adegan pertarungan yang terkesan kurang serius antara Luffy dan Zoro vs Hawkins dan anak buahnya.

Pertarungan berdarah ini terlebih dahulu dibuka dengan cekcok yang kocak antara duo biang kerok dengan Basil Hawkins.

Saat Hawkins secara formalitas bertanya "Jika kalian sedang liburan di sini, saya sarankan kalian untuk pergi. Kalian tahu siapa yang sebenarnya mengendalikan negeri ini, bukan???"

Karena ingat pesan Kin'emon agar tidak membuat keributan, Zoro menjawab "Tidak!"

Tapi Luffy malah menjawab "Kaido, kan??? Aku memang datang kemari untuk menghajar pantatnya!"

Dengan ekspresi wajah yang seolah-olah peduli dengan keadaan, Zoro pun memperingatkan Luffy "Hey, Luffy, Kin'emon bilang kita tidak boleh bicara begitu!"

Mendengar peringatan Zoro, secepat kilat Luffy langsung meralat ucapannya "Sorry bro, aku tadi bohong, sebenarnya aku tidak tahu, kok."

Baru baca halaman pertama langsung ngakak, bro!!!

Selanjutnya, tanpa terpengaruh dialog jawaban koplaknya Luffy dan Zoro sedikitpun, Hawkins langsung memaparkan hasil ramalan kartu tarotnya.

Menurutnya, kesempatan bertahan hidup Luffy di Wano hingga akhir bulan, hanyalah 19%. 

Karena itulah, Hawkins memutuskan untuk tetap mengabdi kepada Kaido, dan memutuskan untuk menangkap Luffy dan Zoro sendirian.

Mungkin melalui skema yang sama inilah, disaat dulu Kaido tiba-tiba muncul didepan aliansinya bersama Kidd dan Apoo yang baru seumur jagung dibentuk, Hawkins tanpa melakukan perlawanan langsung memutuskan untuk menyerah dan menawarkan diri sebagai bawahannya Kaido karena melihat kesempatannya untuk menang melawan si Raja Binatang buas ini nyaris 0%.

Tindakan inkonsistennya ini pun diikuti oleh Apoo.

Sikap berbeda justru dilakukan oleh Kidd. Meskipun Hawkins sudah meramal kalau kesempatan menang mereka nyaris 0%, Kidd tetap kekeh dengan pendiriannya untuk tidak mau tunduk patuh dibawah perintah seorang Yongko di New World.

Itulah sebabnya, dia pun berakhir dengan kondisi yang babak belur dan kini menjadi tahanan Kaido.

Nah, lanjut ke cerita...

Disaat Hawkins berkotbah menerangkan hasil ramalannya tersebut, Luffy dan Zoro justru malah asyik berbicara sendiri.

Naluri Pendekar Pedang Zoro yang sangat kuat, membuat instingnya langsung menyadari kalau Pedang yang dibawa oleh Luffy adalah sebuah Meito, atau Pedang Terkenal.

Namun sepertinya dia masih belum menyadari kalau Pedang tersebut berjenis Kitetsu. Sehingga dia meminta Luffy untuk meminjamkan sebentar kepadanya.

Namun Luffy menolaknya, dan dengan bangganya dia bilang kalau "Pedang ini pastilah Pedang yang terkenal, bukan?" dimana kata-katanya tersebut diakhiri dengan kata "Gozaru."

Sepertinya di chapter 912 kemaren, Oda salah menempatkan akhiran "Gozaru" ini ke dalam dialog box-nya Zoro, padahal seharusnya yang memakai kata-kata khas jaman samurai ini adalah Luffy.

Jika kalian belum tahu, akhiran "Gozaru" semacam ini, sangat normal diucapkan sebagai penghalus kata-kata di Era Samurai atau Era Edo.

Kata-kata yang sebenarnya tidak memiliki makna ini, sudah tidak lazim lagi diucapkan di Jepang di jaman sekarang.

Orang Jepang jaman sekarang lebih lazim menambahkan kata "desu" di akhir kalimatnya, sebagai penambah kesopanan, daripada menggunakan akhiran "Gozaru."

Itu seperti akhiran "aken" dalam kalimat bahasa Jawa halus atau "Krama Alus" yang sekarang lebih sering diganti jadi "ke" atau "ake". Contohnya "Mirengaken" jadi "mirengke."

Dengan menambahkan akhiran "Gozaru" disetiap kalimatnya, secara tidak langsung Luffy ingin menunjukkan kalau saat ini dia benar-benar sudah menganggap dirinya sebagai seorang Samurai
review manga one piece chapter 913

Lanjut ke cerita...

Seperti yang sudah kami perkirakan sebelumnya, meskipun Luffy sama sekali tidak tahu bagaimana cara menggunakan pedang, dia tetap ngotot ingin menggunakannya dalam pertarungan.

Hingga akhirnya dia menemukan cara baru dalam berpedang yang memadukan antara Gomu Gomu No Pistol dengan Ittoryu.

Uniknya, sebelum melayangkan Gomu Gomu No Ittoryu Pistol, Luffy terlebih dahulu melempar sarung pedangnya ke atas.

Setelah mengoplok beberapa anak buahnya Hawkins, dan melemparkan kadal T-rex ke arahnya, barulah sarung pedang yang Luffy lempar ke atas mendarat lagi ke tangannya.

Sarung pedang yang dia lemparkan di halaman 4 baru mendarat lagi di tangannya di halaman 8. Butuh 4 halaman manga sampai pedang tersebut mendarat lagi.

Coba bayangkan, seberapa tinggi Luffy melempar sarung pedang tersebut?!?

Nah, melihat Luffy melemparkan kadal T-rex ke arahnya, Hawkins kemudian menghunus pedang Voodoo-nya yang ternyata diberinama Warabide sword.

Perlu kalian tahu, "warabide" merupakan salah satu jenis Pedang yang ada di Jepang, selain Katana.

Pedang jenis Warabide ini populer di Jepang sekitar abad ke-8 dan mulai punah di abad ke-9.

Oda kembali memplesetkan nama "warabide" yang sebenarnya adalah nama salah satu jenis Pedang klasik Jepang menjadi "Warabide" yang mana "wara" di sini bermakna Jerami. Pedang Jerami milik Hawkins.

Melihat ada celah yang terbuka disaat Hawkins sedang menyate kadal T-Rex yang dilempar Luffy, Zoro menebaskan serangan jarah jauh yang tepat mengenai wajah Hawkins.

Dalam kondisi normal, luka akibat tebasan Zoro ini bisa berefek sangat fatal. Namun apa yang terjadi pada Hawkins jauh dari kata Normal.

Hawkins sama sekali tidak mengalami luka di wajahnya, malahan orang di sampingnya yang justru tersungkur akibat luka tebasan yang seharunya mengenai wajah Hawkins.

Nah, di sinilah akhirnya misteri tentang kekuatan buah iblis Hawkins terpecahkan.

Buah iblis yang dimilikinya adalah Wara Wara No Mi. Manusia Jerami. 

Tergolong sebagai buah iblis tipe paramecia, bukan tipe mythical Zoan seperti teori yang selama ini beredar.

Dengan kekuatan buah iblisnya ini, Hawkins bisa mengalihkan luka yang diterimanya kepada orang lain, melalui media boneka voodoo yang ditimbun di dalam tubuhnya.

Satu boneka Voodoo mewakili satu nyawa. Jadi, jika Hawkins menimbun 10 boneka voodoo di dalam tubuhnya, dia seolah-olaj memiliki 10 nyawa. 

Belum diketahui pasti berapa maksimal boneka voodoo yang bisa dia timbun di dalam tubuhnya serta mekanisme yang sebenarnya, bagaimana Hawkins bisa mengalihkan luka yang diterimanya kepada orang lain.

Namun mengingat media yang dia gunakan adalah boneka voodoo, besar kemungkinan, Hawkins perlu menyentuh atau mengambil sesuatu milik korbannya tersebut untuk bisa dijadikan sebagai objek voodoo.

Jika semua boneka Voodoo yang tersimpan di tubuhnya sudah habis terkena damage, maka tubuh asli hawkins baru bisa dilukai.

Dan sepertinya, aturan main dari kekuatan boneka voodoo tersebut tidak bisa dinetralkan oleh pengguna Haki.

Jadi, meskipun serangan Zoro sudah dilapisi busho Haki, serangannya tersebut tetap tidak akan mengenai tubuh asli Hawkins, selama di dalam tubuhnya tersebut masih terdapat boneka voodoo pengalih luka.

Yang menarik adalah diadegan yang selanjutnya.

Menyadari kondisi O Tama semakin memburuk, Komainu menggondhol Luffy secara paksa dan membawanya berlari meninggalkan area pertarungan.

Di momen yang tidak disangka-sangka inilah, Hawkins kemudian mengeluarkan kekuatan monster jeraminya.

Dari gagang pedang yang dihunus oleh Hawkins, muncul sesosok monster jerami yang berada dibawah kendalinya.

Hawkins menyebut kemunculan monster tersebut sebagai tanda dimulainya "Permainan Kartu Manusia Jerami."

Uniknya, yang terpengaruh oleh permainan kartu tersebut tidak hanya si monster jerami. Tetapi juga seluruh anak buahnya.

Pergerakan offense dan defense dari semua anak buahnya tersebut kini tergantung dari jenis kartu apa yang muncul di tangan Hawkins.

Sadar nggak kalian kalau ini jadi mirip seperti parodi permainan Yu Gi Oh!!!

Jika kartu yang keluar mengharuskan untuk menyerang, maka monster atau anak buah Hawkins akan menyerang dengan sendirinya.

Dan jika monster tersebut terkena serangan lawan, maka Hawkins juga akan terkena dampaknya. Seperti saat Zoro menebas bagian pundak si monster jerami, bagian pundaknya Hawkins juga ikut terkena efeknya.

Meskipun kemudian luka tersebut dialihkan ke orang lain.

Nah, akibat dari tembakan paku yang keluar dari mulut monster jerami, Zoro mengalami sedikit pendarahan di wajahnya.

Padahal serangan sepele semacam itu seharusnya bisa diantisipasi oleh Zoro bukan?

Mungkinkah ada maksud tertentu yang Oda rencanakan dari adegan ini?

Karena melihat jenis kekuatan Hawkins dan luka berdarah-darah yang hanya dialami oleh Zoro, kami jadi teringat dengan pertarungan Shikamaru vs Hidan dalam anime Naruto.

Dalam anime tersebut, Hidan mengincar setetes darahnya Shikamaru, untuk dapat mengalihkan luka fatal yang dialami tubuhnya kepada Shikamaru.

Nah, sampai saat ini masih menjadi misteri, bagaimana cara Hawkins memilih orang yang akan dijadikan objek boneka voodoonya.

Dan kami yakin ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, sebelum resmi orang tersebut menjadi objek pengalih lukanya Hawkins.

Kami curiga, syarat boneka voodo tersebut adalah darah dari korban, mirip seperti syarat ritual kematiannya Hidan tadi.

Yang itu berarti, serangan boneka jerami Hawkins ke arah Luffy dan Zoro bukan untuk mengalahkan mereka, melainkan untuk mencuri sampel darah mereka.

Dan misi tersebut berhasil, setelah salah satu paku yang ditembakkan dari mulut monster jerami melukai wajah Zoro.

Dengan demikian, saat ini, tubuh Zoro sudah resmi menandatangani kontrak untuk menjadi salah satu pengalih luka boneka voodoonya Hawkins.

Nah, mungkin karena momen mistis inilah, kutukan Nidai Kitetsu akan berperan besar dalam menyelamatkan Zoro daro Voodoo-nya Hawkins.

Hadehhh, teori kami nggak begitu ngelantur kan ya???

Setelah gagal dengan serangan monster jerami, Hawkins mengambil satu kartu yang lain dari stok kartu tarot miliknya.

Sayangnya, kali ini, kartu tersebut justru menguntungkan pihak Luffy dan Zoro, sehingga Hawkins memutuskan untuk berhenti mengejarnya.

Kemudian di atas punggung Komainu, Luffy dan Zoro yang sudah lepas dari kejaran Hawkins dibuat terkejut dengan kemunculan seorang wanita paruh baya yang keluar dari rerimbunan ekornya Komainu.

Wanita paruh baya tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Tsuru, seorang pemilik kedai teh.

Dia menawarkan diri untuk menolong O Tama dan mengajak Zoro dan Luffy untuk mampir ke kedai teh miliknya sebagai bentuk balas budi karena sebelumnya telah ditolong oleh bapak si rambut hijau, Zoro.

Di kedai teh itu pula, obat untuk mengobati keracunannya O Tama diproduksi.

Jika kalian cermati, tusuk konde yang dipakai oleh Tsuru memiliki bentuk mirip sekali dengan lambang klan Kozuki.

Jadi ada kemungkinan kalau orang ini adalah satu satu anggota klan Kozuki seperti Momonosuke.  

Atau bisa jadi dia malah ibunya Momonosuke.

Mungkin itulah sebabnya kenapa di chapter 912 kemaren dia dikejar-kejar oleh anak buah Kaido.

Nah, adegan kemudian lompat ke kedai teh milik Tsuru, dimana di sana ada seorang pesumo nomor 1 di Wano yang bernama Urashima sedang merayu seorang pelayan bernama O Kiku.

Di saat Urashima sedang melancarkan speak speak iblis kepada Kiku, rombongan Luffy datang.

Perhatian Kiku langsung beralih kepada Tsuru yang menyuruhnya untuk segera merebus tanaman obat untuk O Tama.

Ini gayeng nih.

Seorang pesumo nomor 1 di Wano, yang mengaku hidup di wilayah yang subur, yang otomatis menunjukkan kalau dia adalah salah satu anak buah Kaido atau anak buah Shogun, dicuekin oleh seorang gadis pujaan hatinya karena kedatangan Luffy dan kawan-kawan.

Kami rasa hal berikutnya yang akan terjadi adalah bentrok antara si Sumo melawan salah satu diantara Luffy atau Zoro, yang sudah menganggu Speak Speak iblisnya kepada Kiku.

Karena Sumo adalah olahraga tangan kosong, besar kemungkinan di chapter berikutnya dia akan bertanding Sumo melawan Luffy yang juga merupakan tipikal petarung tangan kosong.

Dan mungkin pertarungan Sumo antara Luffy dan Urashima ini akan dijadikan bahan taruhan oleh Zoro untuk dapat mengambil alih pedang kitetsu yang dibawa oleh Luffy.

Piye, menurutmu cah???

O iya, dari kejauhan, tepatnya dari puncak bukit, tiga anak buah Trafalgar Law terlihat sedang mangawasi.

Itu artinya, posisi Law tidak jauh dari tempat tersebut. Dan dalam waktu dekat dia akan muncul kembali setelah 2 tahun lebih tidak muncul dalam cerita.

Sayangnya kita masih harus menunggu cukup lama untuk rilisan chapter berikutnya karena minggu depan Manga OnePiece kembali On Break.

Terima kasih sudah mampir ke channel kami, jangan lupa like, share dan subscribe jika menurut kalian video-video kami cukup menarik untuk ditonton. 

Sampai ketemu lagi dalam video kami yang berikutnya. And Matur Nuwun.


Sunday 22 July 2018

[ REVIEW ONE PIECE 912 ] KEMBALINYA DUO BIANG KEROK!!!


Dalam kondisi yang masih lemas setelah meminum air dari sungai yang sudah tercemar limbah, O Tama dibuat syok dan pingsan karena Luffy dengan begitu polosnya bilang kalau Ace sudah tewas.

Dan sebagai bentuk rasa tanggungungjawabnya, Luffy kemudian menawarkan diri untuk memeriksakan O Tama ke Dokter terdekat.

Untuk menjaga agar penampilan Luffy tidak terlihat begitu mencolok, gurunya Tama yang ternyata bernama Hitetsu, meminjamkan Kimono yang dia punya kepada Luffy.

Karena ingin tampil all out dengan kostum samurai-nya ini, Luffy dengan seenaknya mengambil Pedang yang dia temukan di rumah Hitetsu dan menyelipkannya di pinggang.

Siapa sangka, pedang yang dengan sembrono dia ambil ini adalah salah satu dari 3 Pedang Kitetsu atau Pedang terkutuk.

Dan yang ada di pinggangnya saat ini adalah Pedang Kitetsu Generasi ke-2, Nidai Kitetsu.
review manga one piece chapter 912
Manga onepiece chapter 912 dibuka dengan adegan O Tama yang syok dan pingsan setelah mendengar perkataan Luffy yang menyebutkan kalau Ace sudah tewas.

Berita duka yang disampaikan Luffy dengan ekspresi yang sangat datar, dan diucapkan dalam waktu yang sangat tidak tepat ini, tentu saja tidak hanya membuat O Tama Syok dan pingsan.

Tetapi juga membuat Hitetsu marah dan memaki Luffy yang benar-benar tidak tahu sikon, dan sangat tidak sensitif dengan keadaan.

Namun saat Hitetsu bilang "Siapa sebenarnya kau, Pria yang sangat tidak sensitf???"

Dengan polosnya, Luffy bilang "Aku Luffy. Orang yang kelak akan menjadi Raja Bajak Laut!, And You?!?"

Hitetsu kemudian berbalik memperkenalkan diri "Namaku adalah Hitetsu. Aku adalah Empu. Dan aku juga sedang menunggu seseorang di sini!!!"

Lhah!!! Katanya marahan??? Kok malah jadi saling memperkenalkan diri???

Dan setelah dirasa cukup dengan sesi perkenalannya, sang Empu Hitetsu melanjutkan dengan sesi pelajaran sejarah.

Hitetsu menceritakan kalau tempat mereka berada saat ini dulunya adalah sebuah desa yang bernama Amigasa.

Satu tahun yang lalu, desa ini dihancurkan oleh X Drake yang kini menjabat sebagai salah satu Headliner-nya Kaido.

Dan kini hanya Hitetsu dan O Tama saja yang masih bertahan tinggal di desa tersebut.

Desa ini hanyalah sebagian kecil dari contoh penghancuran massal yang dilakukan Kaido di Wano.

Satu-satunya wilayah yang masih terpelihara, gemah ripah loh jinawi, saat ini hanyalah di Flower Capital, tempat tinggalnya Shogun Wano saat ini. 

Cerita Hitetsu kemudian mundur ke-4 tahun sebelum masa sekarang.

Saat itu Desa Amigasa merupakan desa yang sangat miskin. Saking miskinnya banyak penduduk yang mati kelaparan.

Suatu hari, sebuah kapal bajak laut berlabuh di desa ini. Kelompok bajak laut ini datang dalam kondisi yang sangat lemah.

Karena awaknya begitu lemah inilah, penduduk desa bisa dengan mudah menangkap mereka dan mengikat mereka dengan tali, kemudian menjarah persediaan makanan mereka.

Namun setelah seluruh penduduk desa selesai makan, salah seorang bajak laut bisa melepaskan tali dengan begitu mudah.

Bajak laut tersebut mengatakan, mereka sengaja berpura-pura lemah karena datang ke desa tersebut bukan untuk merampok, melainkan justru untuk berbagi makanan dengan penduduk desa.

Bajak laut tersebut tidak lain adalah Portgas D. Ace.

Karena Ace datang ke desa ini 4 tahun silam, maka bisa dipastikan kalau dia datang ke Wano sebelum kerajaan ini dijajah oleh Kaido.

Namun masih belum pasti apakah saat itu dia sudah menjadi bagian dari Whitebeard Pirates atau masih memimpin Spade Pirates. Karena karakter yang gendut dan yang pakai topi magician ini adalah anak buah Ace saat masih memimpin Spade Pirates.

Nah, setelah menyimak pelajaran sejarahnya Hitetsu, Luffy memutuskan untuk segera membawa O Tama ke dokter di kota terdekat.

Agar tidak terlihat begitu mencolok, Hitetsu meminjamkan Kimono miliknya kepada Luffy.

Ajaibnya, meskipun ukuran tubuh Hitetsu dan Luffy beda jauh, tetapi Kimono milik Hitetsu bisa sangat pas dipakai oleh Luffy. 

Dan karena Luffy bener-bener ingin total menjalankan perannya sebagai seorang samurai, meski tidak bisa memakai pedang, Luffy tetep punya inisiatif untuk menenteng sebuah pedang.

Dan dia pun mengambil sebilah pedang yang nganggur yang dia temukan di rumah Kitetsu.

Melihat Luffy secara serampangan mengambil Pedang miliknya, Hitetsu langsung naik pitam.

Pedang yang Luffy ambil ternyata adalah warisan dari gurunya yang bernama Kotetsu yang sepertinya Oda ambil dari nama pembuat pedang terkenal di jaman Edo yang bernama Nagasoni Kotetsu. dan termasuk salah satu dari 3 pedang terkutuk atau pedang Kitetsu.

Dan pedang yang dimaksud adalah Nidai Kitetsu, atau pedang Kitetsu Generasi kedua yang termasuk salah satu dari 21 pedang O Wazamono.

Karena tidak boleh membawa Nidai Kitetsu, Luffy menawarkan solusi, bagaimana kalau yang dia bawa adalah pedang yang dipakai oleh Hitetsu, sementara Hitetsu untuk sementara waktu memakai Nidai Kitetsu.

Namun lagi - lagi dia menolaknya. Dia tidak berani memegang Nidai Kitetsu, karena takut terkena efek dari kutukan Pedang tersebut. .

Nah, diawal tadi HItetsu bilang dia sedang menunggu seseorang, dan kali ini diketahui kalau di rumahnya ada Nidai Kitetsu. 

Jadi, jelas sudah, kalau orang yang dia tunggu adalah orang yang sudah ditakdirkan akan menjadi pengguna Nidai Kitetsu tersebut.

Dan bau bau-nya orang yang ditunggu oleh Hitetsu tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Roronoa Zoro.

Pada video teori kami sebelumnya, kami berspekulasi kalau Zoro memang ditakdirkan sebagai pengguna 3 Kitetsu. Dan dalam perang Wano nanti dia akan mendapatkan Shodai Kitetsu dari Shogun.

Kemudian baru setelahnya dia akan mendapatkan Nidai Kitetsu.

Namun ternyata justru Nidai Kitetsu muncul lebih awal dari yang kami perkirakan.

Semoga saja pedang ini nantinya akan Luffy berikan kepada Zoro dan dipakai oleh Zoro dalam pertarungan melawan Shogun.

Kembali ke Luffy, karena sifat ngeyelnya sudah level dewa, Luffy tidak peduli itu pedang terkutuk atau apa, dia  tetep nekad mengambil Nidai Kitetsu dan membawanya pergi mengantar O Tama ke dokter.

Luffy pergi membawa O Tama ke dokter dengan manaiki Komainu. Di tengah jalan O Tama terbangun, dan menuduh Luffy sebagai seorang pembohong.

Tama tidak percaya kalau Ace sudah tewas, karena sebelum pergi meninggalkan Amigasa, Ace pernah berjanji kepada O Tama, kalau suatu hari nanti dia akan datang kembali dan membolehkan O Tama ikut berlayar bersamanya, setelah dia berhasil menjadi seorang kunoichi yang hebat.

Karena alasan itulah, O Tama terus berlatih untuk menjadi seorang Kunoichi yang hebat dibawah asuhan Tobitetsu, dan tetep kekeh tidak mau meninggalkan desa Amigasa sampai Ace datang kembali untuk menemuinya.

O Tama tetep tidak mau pindah ke desa lain, bahkan setelah X-Drake datang dan menghancurkan desa tersebut atas nama Kaido, satu tahun silam.

Sementara itu, Komainu yang mereka tunggangi akhirnya keluar juga dari hutan bambu. Dan pemandangan yang mereka dapati sungguh mengerikan.

Di satu sisi, terdapat pabrik-pabrik milik Kaido yang mencemari lingkungan, di sisi lain ada binatang-binatang buas yang sedang bertarung satu sama lain.

Terlihat ada seekor babi hutan yang lari terbirit-birit dikejar oleh seekor Harimau dimana Harimau tersebut juga lari terbirit-birit karena dikejar oleh seekor buaya kepala hiu. Atau hiu berbadan buaya. Entahlah!

Dan ini adalah awal dari serangkaian adegan koplak yang akan terjadi berikutnya.

Karena mungkin masih merasa lapar, Luffy sempat terpikir untuk menyikat satu binatang buas untuk dijadikan makanan.

Namun rencananya tersebut segera diurungkan, karena dia diberi tahu kalau binatang-binatang tersebut minum dari air sungai yang sudah dicemari limbah pabriknya Kaido.

Nah, ditengah perjalanan, mereka menemui segerombolan penjahat yang mengejar-ngejar seorang wanita.

Karena mendengar ada yang bilang "Hey cewek, jangan lari!!!"secara ultra instnct Luffy langsung berpikir kalau itu adalah Sanji.

Dan kecurigaannya semakin menguat ketika orang itu bilang "berikan semua milikmu!!!" Luffy jadi makin yakin kalau orang itu adalah Sanji.

Ealah, ternyata Luffy lebih hafal dengan sifat cabulnya Sanji daripada mengenali suara nakamanya sendiri!!!

Nah disaat Luffy masih ragu apakah orang itu beneran Sanji atau bukan, seorang samurai berlari mengejar sekumpulan penjahat tersebut dan mengoplok mereka semua dengan sekali koplokan, game over.

Dan koplaknya lagi, samurai tersebut mengoplok para penjahat tersebut bukan karena ingin menyelamatkan si wanita, melainkan karena ingin merebut sake yang para penjahat tersebut bawa.

Nah, ada "samurai" dan ada "Sake," kali ini intinct-nya Luffy sepertinya nggak ngaco lagi! Luffy menyuruh Komainu berhenti karena sepertinya dia kenal dengan Samurai yang suka mabuk-mabukan tersebut,

Dan benar saja, ternyata dia adalah Roronoa Zoro yang entah bagaimana caranya sudah bisa berkeliaran bebas setelah di chapter 909 terlihat memplekotho jaksa dan hakim setempat.

Ealah, lagi-lagi Luffy lebih hafal dengan kepribadian Zoro yang suka mabuk-mabukan daripada mengenali suara nakamanya sendiri.
Begitu mendekat dan melihat Zoro menenteng sebongkah daging, Luffy langsung memintanya.

Dan dengan senang hati Zoro memberikannya, karena dia pikir, di wilayah tersebut dia bisa dengan mudah mendapatkan ikan dan binatang buruan yang populasinya melimpah di tempat tersebut.

Sambil memangsa daging pemberian Zoro, Luffy bilang, "Hati-hati Zoro, air sungai di sini beracun, aku dengar ikan dan binatang yang hidup di sini juga ikut beracun."

Kemudian Zoro bilang "Pantas saja perutku rasanya sakit!"

Lah, berarti daging yang Zoro kasih ke Luffy adalah hasil dari berburu binatang di tempat tersebut???

Ealah!!! Daging beracun efeknya cuma bikin perut sakit??? O My God, saat kecil mereka diberi imunisasi apa sih???

Begini nih jadinya kalau dua orang koplak lagi ngomongin sesuatu dengan gaya sok ilmiah! Jadinya NGACO!!!

Tapi reuni kapten dan wakilnya ini agaknya akan mengalami sekidit gangguan, karena di tempat dan waktu yang bersamaan, datang juga Basil Hawkins yang kini statusnya adalah anak buah Kaido, sama seperti X-Drake.

Hawkins bilang hanya ada dua pilihan jika ingin tinggal di Wano, pertama mengabdi kepada yang kuat (Kaido) atau hidup dalam persembunyian karena mengabaikan yang kuat.

Dan untuk menanggapi pernyataan Hawkins tersebut, Zoro bilang kepada Luffy, "Kinnemon bilang, Jangan bikin keributan!!!" Seolah-olah Zoro sendiri sudah menjalankan pesannya Kinnemon tersebut dengan baik dan benar.

Padahal kenyataannya, kalian tahu sendiri lah apa yang terjadi di chapter 909 lalu!

Tapi bukan Luffy namanya kalau tidak bisa menimpali kata-kata Zoro.

Dengan santainya dia bilang "Wokey!!! Kalau begitu kita hanya perlu meminta maaf kepadanya nanti!" Wkwkwkkw

Apakah Zoro dan Luffy akan benar-benar bentrok dengan Hawkins di chapter berikutnya???

Kami malah meragukannya!

Menurut kami, di chapter berikutnya nanti, Hawkins justru akan menambahkan pilihan ketiga, yaitu membentuk aliansi dan mengalahkan Kaido!

Tapi yang paling bikin penasaran adalah mungkin nggak sih, dichapter mendatang Luffy benar-benar akan bertarung menggunakan Samurai???

Karena seumur-umur kami baru lihat Luffy bertarung pakai Ppedang saat di Thriller Bark. Saat itu dia bertarung dalam wujud Nightmare Luffy.

Namun jika benar wujud Gear 4 Luffy terinspirasi dari Nightmare Luffy, tentu bukan mustahil kalau di Wano ini Luffy benar-benar akan bertarung menggunakan Pedang, bukan???

Tapi kami sendiri lebih berharap kalau nanti Luffy akan menyerahkan Nidai Kitetsu kepada Zoro.

Mungkin dichapter 913 besok Zoro akan bilang "Hey Luffy, apa sekarang kau benar-benar bisa menggunakan Pedang?"

Trus Luffy jawab "Tidak!"

"Terus kenapa kamu menghunuskan pedang???"

"Saat ini kita sedang berada di negeri Samurai. Aku pikir aku juga harus menggunakan pedang!!!"

Dan kekoplakan keduanya ini akan membuat cerita di chapter 913 nanti menjadi sangat renyah untuk dinikmati.

Selain itu, kami rasa dokter yang nanti akan mengobati O Tama adalah Trafalgar Law.

Piye menurutmu cah???

Saturday 14 July 2018

[ REVIEW ONEPIECE 911 ] ACE DAN KLAN KOZUKI, GENERASI TERBURUK MULAI BERGERAK!!!


Meskipun didepan hidungnya sedang terjadi pertarungan sengit antara Komainu vs Babon Samurai, tetapi Luffy terlihat begitu bodo amat. Yang penting mereka tidak sampai menyentuh Sunny lagi.

Seolah tidak terjadi apa-apa di dekatnya, Luffy dengan begitu santainya memeras otak mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya, kenapa dirinya bisa berakhir di tempat itu, sendirian.

Dan yeah, ternyata IQ Luffy cukup tinggi untuk dapat mengingat dengan begitu detail kejadian demi kejadian yang baru saja dialaminya.

Ternyata apa yang kami ragukan di video SPOILER yang kemaren, salah. Luffy dan kawan-kawan ternyata memang tega dengan sengaja meninggalkan Sunny yang akan terseret ke dalam pusaran air raksasa.

Di saat kondisi sedang panik, Sanji menawarkan diri untuk mengangkut Carrot dan Nami lompat keluar dari kapal. Chopper dan Brook pun minta diajak sekalian. 

Dan tindakannya tersebut tidak hanya mendapat persetujuan dari Luffy. Sang Kapten justru malah menawarkan diri menjadi trambolin agar kru-nya bisa lompat keluar kapal dan mendarat di puncak tebing di samping sungai.

Nah, kami kira, Luffy berada terakhir di dalam kapal karena dia ingin menyelamatkan diri sekaligus membawa Sunny keluar dari pusaran air menggunakan kekuatan Gomu Gomu No Mi-nya.

Ternyata TIDAK!

Luffy berniat keluar dari kapal sendirian, membiarkan Sunny tersedot pusaran air dan setelahnya baru mereka akan mencari sisa-sisa bangkai Sunny dikemudian hari. Wkwkwkwkwk.

Namun, rencana Luffy digagalkan oleh si gurita ponponpon yang kelihatannya juga merasa sangat ketakutan kalau sampai terseret ke pusaran air.

Dalam kondisi panik tersebut, si Gurita ponponpon berpegangan sangat erat kepada Luffy. Sehingga membuat Luffy tidak bisa menyusul Sanji dan kawan-kawan kabur ke puncak bukit.

Hingga akhirnya, dirinya dan Sunny berakhir terdampar di sebuah pantai dan bertemu dengan si Komainu dan Babon Samurai.

Jika dilihat dari posisi Luffy saat ini yang masih berada di pinggiran sungai, sepertinya posisinya sangat jauh dari lokasi Sanji dan yang lainnya.

Tampaknya, Sanji berhasil membawa teman-temannya melompat ke puncak bukit, yang besar kemungkinan membuatnya langsung bertemu dengan anak buahnya Kaido.

Kalau anak buahnya cuma keroco-keroco seperti yang ditemui Luffy, itu nggak masalah.

Tapi kalau ternyata yang mereka temui adalah karakter yang kuat, That’s the problem.

Namun sepertinya yang akan mereka temui adalah karakter yang berbahaya, karena beberapa waktu lalu beredar informasi kalau di chapter 912 nani akan terjadi sesuatu kepada Sanji.

Review manga onepiece chapter 911
Nah, kembali ke cerita

Di awal tadi, pertarungan Komainu vs Babon terlihat begitu serius. Kami pikir bakalan ada koreografi martial art yang keren dalam pertarungan dua binatang ajaib tersebut.

Tapi ternyata setelah Luffy selesai bernostalgia, pertarungan si Komainu dan si Babon malah tampak seperti berantemnya Nobita vs Giant.

Pedang si Babon dibiarkan tertancap begitu saja di pinggiran pantai, dan pertarungan dilanjutkan dengan saling koplok-koplokan.

O iya, akibat terseret ke pusaran air tadi, Vivre Card yang dibawa oleh Luffy hilang.
Sempat terlihat kesal sesaat, Luffy langsung tampak bodo amat lah, udah ilang juga, mau gimana lagi. Lanjut nonton duel babon vs komainu saja lah!

Disaat Luffy sedang asyik menyaksikan Komainu dan Babon koplok-koplokan inilah, dari arah hutan datang dua orang anak buah Kaido yang baru saja menculik seorang gadis kecil di pasar.
Melihat ada seseorang di Pantai yang tidak berpakaian seperti penduduk Wano, apalagi disampingnya ada sebuah Kapal asing, kedua anak buah Kaido ini yakin kalau dia adalah seorang penyusup.
Entah mereka tahu kalau yang ada dihadapan mereka itu adalah Kaisar kelima, Monkey D. Luffy atau tidak, dengan PeDenya, mereka berencana menembakkan peluru bius untuk melumpuhkan Luffy kemudian membawanya bersama si gadis kecil untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Karena Luffy saat ini sudah jago dalam penguasaan Kenbun Haki, serangan sembunyi-sembunyi semacam itu jelas tidak akan berhasil kepadanya.

Kecepatan tangan Luffy yang memanjang untuk mengoplok orang yang ingin main belakang dengannya, jauh lebih cepat daripada lesatan peluru bius yang diarahkan kepadanya.

Alhasil, si cecunguk tersungkur jatuh dari tunggangannya yang mirip perpaduan antara dinosaurus dengan ular.

Selesai dengan cecunguk nomer satu, berikutnya cecunguk nomer dua yang kena bogem mentah dari Luffy.

Karena merasa sudah tidak berdaya lagi, si cecunguk nomer 2 kemudian meminta timeout untuk si Babon, agar menunda dulu pertarungannya dengan Komainu untuk beralih menghandle Luffy.

Sayangnya, si Babon juga bukan tandingan Luffy. Hanya dengan dipelototi saja, nyali si Babon langsung luluh terkena efek Haoshoku Haki-nya Luffy.

Di saat si cecunguk nomer 2 syok karena monster andalannya di T.K.O oleh Luffy, dari arah belakang seonggok bogem mentah menghantam kepalanya.

Seorang gadis kecil imut yang tadi dibungkus karung oleh mereka akhirnya berhasil meloloskan diri berkat tindakan Luffy.

Ngomong-ngomong, kedua cecunguk ini mungkin adalah seorang weabu akut, karena begitu melihat ada gadis kecil yang imut langsung maen masukin karung. Karung mana karung??? Wkwkwkkw

Tamat sudah si Weabu, kini giliran si gadis kecil yang ternyata bernama O Tama ini yang beraksi.

Dengan kekuatan misteriusnya, O Tama menciptakan semacam mochi dengan cara mencuil pipi tembemnya.

Mochi ini kemudian dikasih makan ke si Babon, yang membuat si Babon, menjadi jinak dan patuh kepadanya.

Nah, di video spoiler kami yang kemaren, kami bilang mungkin Luffy akan menaklukkan si babon dan komainu kemudian menjadi bos dari para binatang buas di wilayah pegunungan tersebut, seperti yang diceritakan dalam legenda bocah ajaib, Kintaro.

Tapi sepertinya kami salah, Kintaro dalam cerita ini bukanlah Luffy, melainkan O Tama. Dan seperti nya dia lah yang nanti akan menjadi Bos dari para binatang buas di wilayah tersebut, berkat kemampuan buah iblis yang dimilikinya.

Karena merasa berhutang budi kepada Luffy, O Tama kemudian mengajak Luffy mampir ke rumahnya, di puncak bukit.

O Tama ternyata tinggal di tempat terpencil ini hanya dengan gurunya saja.

Dan karena O Tama bilang, dia ingin menjadi seorang kunoichi atau ninja wanita suatu hari nanti, maka besar kemungkinan guru yang dimaksud adalah juga seorang Ninja.

Nah O Tama ini sehari-hari bekerja sebagai pembuat topi dari bambu. Saat akan pulang dari pasar, barang-barangnya dijarah oleh kedua cecunguk yang tadi.

Karena kesal dengan ulah mereka, saat mengumpat O Tama tanpa sadar menyebut nama klan Kozuki, yang merupakan kata-kata yang haram di ucapkan di Wano.;

Karena itulah dirinya dimasukin karung dan dibawa kabur oleh para cecunguk untuk dipenjarakan atau untuk dijual dipasar gelap.

Disaat itulah si Komainu yang merupakan binatang pelindungnya, menyerang para cecunguk tersebut hingga akhirnya bentrok dengan si Babon Samurai terjadi.

Sesampainya di rumah Tama, Luffy langsung disuguhi makanan seadanya, kemudian O Tama pamit cuci tangan sebentar.

Di saat Tama pergi, gurunya pulang ke rumah sambil marah-marah karena mengetahui nasi yang sudah dia sediakan untuk Tama dihabiskan oleh Luffy.

Ada yang menarik nih dengan kemunculan gurunya Tama ini.

Pertama, karena hidungnya sangat panjang, Luffy sempat hampir salah mengira kalau dia adalah Usopp. Tapi dia langsung sadar kalau itu bukan dia.

Lagi-lagi Luffy menunjukkan kemajuan yang sangat mengagumkan dengan IQ-nya.

Padahal, sampai sekarang Luffy masih belum bisa ngeh kalau Sogeking itu adalah Usopp, meskipun hidungnya jelas-jelas sama panjangnya.

Tapi begitu melihat gurunya Tama, secara bawah sadar dia langsung hampir salah mengenalinya sebagai Usopp. Hanya karena hidungnya yang panjang.

Sepertinya Timeskip tidak hanya meningkatkan kekuatan fisiknya saja, tetapi kecerdasan otak Luffy pun juga meningkat pesat. Wkwkwkwk

Kedua, kemunculan perdana gurunya Tama tidak dibarengi dengan character introduction Box. Ini jadi agak aneh.

Biasanya setiap ada karakter baru yang diperkenalkan, dia akan langsung mendapatkan karakter introduction Box dari Oda.

Tapi ini tidak. Jadi besar kemungkinan, karakter ini memiliki identitas khusus atau rahasia yang baru akan diperkenalkan nanti di saat terjadi sesuatu yang heboh.

Bisa jadi, dia adalah salah satu pelindung anggota klan Kozuki seperti Kinemon, Kanjuro, dan Raizo. Yang secara otomatis menunjukkan kalau Tama juga merupakan keturunan klan Kozuki.

Tapi bisa juga sebaliknya, dia adalah tokoh antagonis yang sedang menjalankan misi penyamaran untuk mengawasi Tama yang mungkin memiliki keterkaitan dengan klan Kozuki.

Terlebih lagi, penampilannya sangat mirip dengan Tengu, yaitu makhluk mitologi Jepang yang merupakan perwujudan dari iblis.

Nah, kembali ke cerita...

Di saat Luffy dan Tenggu beradu mulut inilah, Tama kembali kembali dari cuci tangan dan mencoba meredakan situasi. Namun tiba-tiba tubuhny lemas dan muntah-muntah.

Ternyata Tama berbohong kepada Luffy. Dia tidak pergi untuk cuci tangan, tetapi untuk minum air dari sungai guna mengganjal rasa lapar akibat sudah beberapa hari tidak makan.

Menurut perkataan gurunya, air sungai yang diminum oleh Tama sudah tercemar limbah pabriknya Kaido.

Gurunya melanjutkan, sebenarnya Tama bisa saja pindah ke tempat yang lebih baik, tetapi dia memilih tetap tinggal di sini, karena dia memiliki sebuah janji dengan Portgas D. Ace.

Nah, sekarang jelas sudah, Ace bisa membuatkan caping atau topi anyam untuk Little Oars Jr. karena diajari oleh Tama.

Dan karena Tama sampai tidak tahu kalau Ace sudah tewas, berarti informasi dunia luar yang masuk ke Wano benar-benar sudah sangat dibatasi.

Itu juga menjadi alasan, kenapa anak buahnya Kaido yang menculik Tama sampai tidak tahu kalau orang yang akan dia tembak dengan peluru bius di awal tadi adalah Monkey. D. Luffy, Kaisar kelima Dunia Baru.

Nah, dengan bertemunya Luffy dengan gadis kecilnya Ace ini, terbukti sudah pernyataan Oda yang menyebutkan kalau akan ada cerita tentang Ace dalam Arc Wano nanti.

Ini menarik nih.

Ace meninggal saat pecah Perang di Marineford 2 tahun yang lalu. Itu artinya, Ace sudah sampai ke Wano dan bertemu dengan Tama setidaknya 3 tahun yang lalu atau setahun sebelum Perang Marineford.

Saat itu Tama masih berusia 5 tahun, karena sekarang usianya baru 8 tahun sama dengan usianya Momonosuke.

Sementara itu, Momonosuke baru kabur dari Wano karena terjadi kudeta oleh Shogun yang dibantu Kaido beberapa bulan setelah Ace tewas. Atau sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Kami tarik kesimpulan ini karena Punk Hazard yang menjadi tempat ditemukannya Momonosuke, baru menjadi laboratoriumnya Caesar Clows setelah Akainu dan Aokiji bertarung beberapa bulan setelah Perang Marineford berakhir.

Dengan kata lain, Ace datang ke Wano sebelum negeri tersebut dijajah oleh Kaido.

Sehingga ada kemungkinan kalau Ace memiliki hubungan juga dengan anggota Klan Kozuki. Termasuk raja Oden.

Disaat bertemu dengan Raja Oden inilah, mungkin dia bertemu juga dengan Momonosuke yang masih berusia 5 tahunan.

Jadi, ada kemungkinan yang Momonosuke maksud dengan "pernah bertemu dengan Gol D. Roger" di chapter 820, mungkin tidak benar-benar bertemu dengan Roger. Melainkan bertemu dengan anaknya Roger, yaitu Portgas D. Ace.

Kembali ke cerita...

Di tempat lain, Basil Hawkins akhirnya muncul kembali. Tetapi kini statusnya adalah anak buah Kaido, dengan jabatan sebagai Headliner. yang kurang lebih tugasnya adalah menjaga wilayah Wano dari penyusup.

Job nya ini agaknya mirip dengan tugasnya Capone Bege pada saat Pesta Pernikahannya Sanji dengan Pudding.

Saat itu, dengan memanfaatkan kekuasaannya sebagai Panitia keamanan, Capone Bege justru merencanakan Assasinasi terhadap Big Mom.

Mungkinkah hal serupa juga akan dilakukan oleh Hawkins???

Karena di chapter ini sepertinya dia sudah mengetahui kedatangan Luffy dan bermaksud menemuinya di Kuri, tanpa lapor kepada Kaido.

Sudah mulai gayeng nih kayaknya.

Piye menurutmu cah???

Sunday 8 July 2018

[ REVIEW ONEPIECE 910 ] MONKEY [ KING ] D. LUFFY!!!


Perjalanan Luffy dan setengah kru-nya menuju kerajaan Wano akhirnya tinggal sejengkal lagi sampai tujuan.

Untuk dapat memasuki wilayah kerajaan Wano, mereka harus melewati lautan dengan cuaca yang ekstrim yang mengelilingi Pulau tempat kerajaan tersebut berada.

Dan petualangan baru, di tempat yang baru, bertemu makhluk-makhluk koplak yang baru pun segera dimulai.

Dan seperti Arc Arc yang sebelumnya, Arc Wano ini pun dimulai dengan anggota Topi Jerami yang tercerai berai karena tindakan koplak yang dilakukan oleh sang kapten!
review manga onepiece chapter 910
Manga onepiece chapter 910, dibuka dengan adegan dimana kelompok topi jerami terlihat sedang bercengkerama di haluan kapal, sambil membaca koran edisi terbaru.

Kondisi mereka saat ini terlihat sudah pulih secara fisik, tetapi sepertinya secara mental masih ada satu kru yang belum pulih sepenuhnya.

Sepertinya, gagal menikahi Pudding membuat sambungan syaraf genit di otaknya Sanji menjadi semakin longgar.

Padahal posisi awal masih di depan pintu kamar, tetapi begitu melihat Nami membaca koran yang membahas tentang Reverie, Sanji langsung nyelonong nimbrung ndesek-ndesek Nami. MODUS!!!

Nggak cukup sampai di situ, Sanji langsung mensabotase korannya Nami, dan langsung searching-searching foto-foto para putri raja yang menghadiri Reverie.

Tak puas hanya melihat kecantikan Vivi, Viola, dan Rebeca, Sanji dengan begitu Pe De nya berpikir kalau putri-putri kenalannya tersebut sedang berkumpul membicarakan tentang dirinya. Wkwkwkwk.

Padahal yang sedang mereka bicarakan adalah Luffy. Kalau Sanji sampai tahu hal ini, tragedi duel maut Sanji vs Luffy jilid 2 bisa terulang lagi di Wano! Dan akan makin greget karena ada Zoro juga di sana!

Menariknya, dihalaman awal chapter 910 ini, Monkey D. Luffy kembali mendapatkan character introduction box, yang menyebutkan kalau dia adalah Captain kelompok Topi Jerami dengan bounty 1,5 Milyar Belly.

Padahal kita semua sudah pada tahu kan ya? Adakah sesuatu yang direncanakan oleh Oda dengan memperkenalkan ulang karakter utama dalam Onepiece ini???

Nah, tragedi rebutan koran ini, menjadi semakin gayeng setelah Nami memberitahu Chopper kalau di koran tersebut juga ada fotonya Dokter Kureha.

Sanji yang mencibir keberadaannya, langsung dikoplok oleh Chopper menggunakan tendangan kungfu nya.

Dan, karena Chopper tidak bisa baca tulis, dia pun menggunting bagian koran yang ada fotonya Dr. Kureha untuk dijadikan koleksi pribadi.

Tindakannya ini kemudian diikuti oleh Sanji yang juga ikut menggunting bagian yang ada fotonya Vivi, Viola, dan Rebeca tanpa membaca terlebih dahulu isi dari koran tersebut.

Padahal, ada informasi mengerikan yang tertulis dihalaman sebaliknya dari foto yang dia guntingi.

Artikel yang hilang sebagian tersebut membahas tentang Kaido dan Big Mom, yang sepertinya sudah resmi diberitakan menjalin aliansi untuk memburu Topi Jerami!

Belum ada satu pun member Topi Jerami yang membaca bagian tersebut. Bahkan Nami yang membeli korannya saja juga belum membacanya.

Ini bisa jadi hal yang baik, sekaligus hal yang buruk.

Sisi baiknya, kelompok topi jerami bisa tetap tenang dan fokus seolah tidak terjadi apa-apa, meskipun saat ini Big Mom tengah menjalin kerjasama dengan Kaido untuk memburu mereka.

Sisi buruknya, saat menghadapi Kaido dan Shogun nanti, mereka tidak ada persiapan saat tiba-tiba Big Mom nongol dihadapan mereka!

Loh!!! Ini Wano apa Whole Cake Island??? Kok ada Big Mom di sini??? 

Trus Luffy akan bilang "Hmm, karena ada Kaido dan Big Mom di sini, berarti sekarang kita berada di Wano Cake Island!" Wkwkwkwk.

Selain berita buruk yang tidak mereka sadari, kedatangan tamu tak diundang di dek kapal mereka pun juga tidak mereka sadari.

Seekor Gurita agak raksasa mengendap-endap naik ke kapal dan ikut nimbrung dalam percakapannya Brook dengan Nami.

Dan Woow, bajunya Nami indah banget!

Eh, maksud kami, dan wooow, kondisi lautan yang menjadi pintu gerbang kerajaan Wano benar-benar ekstrim.

Langit dan Lautnya seolah menyambut kedatangan mereka dengan amarah!

Ditambah lagi, Kinnemon yang diharapkan menjadi juru kunci untuk memasuki wilayah tersebut, masih tidak bisa dihubungi.

Nah, posisi Wano yang dikelilingi oleh cuaca ekstrim ini, semakin menambah kental aroma Jepang dalam Arc ini.

Perlu kalian ketahui, Pada abad ke 13 dan abad ke 17, Pasukan Mongol yang saat itu menjadi kerajaan terbesar di Asia, mencoba menginvasi Jepang dengan mengirimkan ribuan pasukan dan armadanya ke nergi yang saat itu sedang giat-giatnya melakukan Perang antar Klan.

Namun kedua serangan tersebut gagal total, dikarenakan armada-armada pasukan Mongol banyak yang hancur dan tenggelam di lautan Jepang karena disapu badai yang secara ajaib muncul disaat yang tepat. 

Kami rasa, penggambaran lautan Wano yang ekstrim dan ganas ini, terinspirasi dari Sejarah tersebut.

Lanjut ke cerita manga, langkah terbaik yang mereka bisa lakukan saat ini, hanyalah menunggu sampai Luffy bisa menghubungi Kinnemon menggunakan snail.

Sayangnya, lagi-lagi rencana mereka tidak berjalan mulus.

Ada suara dan bunyi-bunyian aneh yang sumbernya ada di dekat mereka. 

Ternyata itu adalah suara yang ditimbulkan oleh seekor Gurita aneh yang sejak tadi entah ngapain, berdiri di belakangnya Nami. Dan Nami baru menyadarinya sekarang!

TELAT!!! Entah kenapa kami berpikir kalau suara mirip dengan musik Kabuki yang dibuat oleh si Gurita adalah alasan kenapa segerombolan ikan mas raksasa tiba-tiba muncul dan menghampiri Sunny.

Melihat segerombolan ikan Mas yang melewati kapal mereka, Sanji jadi begitu terkejut. Kenapa ikan air tawar bisa berada di tengah lautan.

Dan melihat Sanji kenal baik dengan jenis ikan Mas yang katanya enak dimakan ini, Luffy jadi punya ide untuk menangkap salah satunya untuk dijadikan menu utama pesta pertemuan kembali dengan Zoro, Robin dan yang lainnya yang sudha lebih dulu ke Wano.

Nah, lagi-lagi adegan dimana Luffy mencoba menangkap seekor ikan mas raksasa lalu malah dirinya dibawa ngeloyor ke sana kemari, semakin memperkental aroma Jepang dalam Arc ini.

Adegan koplak ini terlihat mirip dengan adegan dalam cerita rakyat Jepang yang mengisahkan tentang seorang balita super bernama Kintaro.

Keduanya sama-sama menangkap ikan Mas raksasa, lalu malah ditarik dan dibawa berenang sampai jauh.

Bedanya Kintaro berhasil menangkap ikan tersebut, sementara Luffy gagal total.

Dan karena kaptennya dibawa kabur seekor ikan Mas, tidak ada jalan yang lebih bijaksana lagi bagi Nami dan yang lainnya selain menantang maut menyusuri lautan ekstrim untuk mengejar Luffy.

Hingga akhirnya mereka sadar kalau saat ini kapal mereka sudah tidak lagi berada di tengah lautan. Melainkan berada di sebuah sungai raksasa dengan arus sungai yang suangat arungjeramable.

Dimana di ujung sungai tersebut terdapat air terjun raksasa yang siap untuk meremukkan Thousand Sunny jika sampai menyentuh dasarnya.

Namun dibalik kengerian itu, Nami menyadari sesuatu yang menarik. Menurutnya jika ada air terjun di depan mereka, berarti ada sumber air tawar yang besar dipuncak air terjun tersebut. Yang itu berarti, kemungkinan besar negeri Wano berada di atasnya.

Masalahnya sekarang bagaimana cara menaikinya.

Dan disaat kru yang lain pikirannya buntu, Luffy yang berhasil kembali ke dek kapal setelah dipontang-pantingkan oleh seekor ikan Mas, punya ide yang sangat brilian.

Dengan begitu cerdiknya dia memegangi dua ekor ikan Mas yang ternyata mampu berenang mendaki air terjun tersebut untuk menyeret Sunny ikut berlayar menuju puncak air terjun.

Ide horornya ternyata berhasil. Ya berhasil membawa Sunny mendaki air terjun sekaligus berhasil membuat penumpangnya jadi jantungan.

Kecuali Carrot yang justru terlihat begitu senang dengan adrenalin yang diciptakan oleh Luffy.

Nah, senam jantungnya ternyata belum berakhir meskipun Sunny sudah berhasil mendaki air terjun.

Setelah sukses mendaki air terjun, Sunny pun sukses terseret ke pusaran air raksasa yang kemudian melemparkannya beserta para penumpangnya ke berbagai penjuru secara random.

Tidak jelas penumpang lainnya jatuh dimana. Yang pasti Luffy dan Sunny kini terdampar di sebuah pantai yang terlihat lumayan tenang.

Sampai seekor kepiting kecil menjepit hidungnya Luffy dan membangunkannya dari pingsan.

Mungkin kepiting ini memiliki kenbun haki yang lumayan kuat sehingga jepitan capitnya bisa membuat Luffy si manusia karet jadi kesakitan. Wkwkwkwk.

Namun yang membuat Luffy jengkel, bukanlah capitannya si kepiting, melainkan sesosok binatang raksasa yang tiba-tiba terlempar dari dalam hutan dan menghantam Sunny hingga merusakkan beberapa bagian kapalnya.

Dan lagi-lagi, aroma Jepang semakin diperkental dengan kemunculan binatang raksasa ini.

Wujud dari binatang berkaki empat ini mirip seperti Komainu, yaitu patung anjing berkelapa singa yang lumrah dipajang di depan kuil-kuil agama Shinto.

Dan lagi, ternyata binatang ini sedang terlibat duel dengan binatang raksasa lainnya, yang tidka lain adalah seekor babon yang membawa sebilah katana.

Nah karena melihat ada seekor Babon yang membawa Pedang inilah, otak super simpel-nya Luffy langsung menyimpulkan kalau saat ini dia sudah berada di negeri Wano. Negerinya para Samurai.

Ada yang menarik nih dengan kemunculan dua binatang raksasa di hadapan Luffy ini.
Di pertengahan tadi, kami bilang adegan Luffy menunggangi seekor ikan mas raksasa, mirip dengan cerita rakyat Kintaro, bukan?
Nah, menurut cerita rakyat Jepang, Kintaro ini berteman dengan binatang-binatang buas yang tinggal di gunung Kintoki dan Gunung Ashigara.
Dia adalah bos binatang buas di dua Gunung tersebut.
Mungkinkah nanti Luffy akan menaklukkan dua binatang buas yang ada di depannya, kemudian menjadi bos dari binatang-binatang buas lain yang punya hubungan dengan dua binatang tersebut? Seperti cerita rakyat Kintaro???
Jadi, nanti, disaat Perang Wano terjadi, Luffy akan datang membawa pasukan binatang buas untuk menghadapi pasukan pengguna kekuatan Zoannya Kaido. Greget nggak tuh???
Nah, ngomong-ngomong soal Kintaro, penampakan karakter Sentomaru dalam Onepiece sepertinya diadopsi dari penampakan si bocah ajaib ini.

Sehingga bukan mustahil kalau Sentomaru juga akan muncul lagi di Wano.

Namun yang paling unik adalah dalam cerita rakyat tersebut, dikisahkan kalau setelah Dewasa, Kintaro mengganti namanya menjadi Sakata No Kintoki atau Sakata Kintoki.

Piye menurutmu cah???

Sunday 1 July 2018

[ REVIEW ONEPIECE 909 ] ZORO NGISRUH!!! MARCO TIDAK MAU MEMBANTU LUFFY???


Kelompok Nekomamushi yang menjalankan misi pencarian Marco The Phoenix, akhirnya berhasil menemukannya di desa kampung halamannya Shirohige.

Di desa yang dulunya sangat miskin, tetapi sekarang sangat makmur, damai, dan sejahtera berkat donasi dari Shirohige yang secara rutin dikirimkannya ini, Marco mengabdikan dirinya kepada masyarakat sebagai seorang dokter. Sebagai upaya untuk menjaga harta karun terakhir dari mendiang ayah angkatnya.

Berkat kemampuan api penyembuhannya, Marco tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan peran barunya ini setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia perbajaklautan, setelah kalah dalam bentrok melawan Kurohige.

Kini, Marco sudah hidup damai. Dan sepertinya dia juga tidak mempunyai hasrat untuk kembali menjadi seorang bajak laut.

Apakah itu berarti Marco tidak akan membantu Luffy dalam Perang besar di Wano nanti???
review manga one piece chapter 909
Manga onepiece chapter 909, ceritanya sudah tidak lagi membahas tentang Reverie. Dan sepertinya, chapter ini adalah chapter pembuka untuk Arc Wanokuni yang sudah lama kita tunggu-tunggu.

Chapter ini dibuka dengan adegan dimana para ksatria Zou mengeluh karena Nekomamushi tidak mengijinkan mereka menemaninya masuk ke desa tempat tinggal Marco, karena dikhawatirkan nanti akan membuat penduduk setempat ketakutan melihat wajah mereka yang terlihat horor.

Padahal menurut mereka, wajah Nekomamushi itu jauh lebih horor. Meskipun mereka juga tidak mengelak kalau Nekomamushi juga memiliki senyum kucing yang sangat cute.

Tapi kekhawatiran Nekomamushi itu sebenarnya tidak berdasar. 

Jika kalian tidak lupa, binatang yang sedang diobati oleh Marco ini adalah Spinx, binatang buas penjaga Impel Down level 2. Binatang buas yang begitu ditakuti bahkan oleh para tahanan Impel Down.

Tapi di desa ini, dia hanyalah seekor binatang peliharaan yang imut dan manis. layaknya seekor kucing anggora bagi seorang gadis kecil, loh!!!

Bahkan, kelihatannya, hampir semua rumah tangga di desa ini memiliki Spinx sebagai binatang peliharaan mereka.

HOROK!!!

Nah, pertemuan Nekomamushi dengan Marco di desa kampung halamannya Shirohige ini membuka sisi gelap Pemerintahan Dunia yang selama ini tidak terekspose. Mengungkap sedikit kisah masa lalu Shirohige, sekaligus membolak-balik stigma siapa yang jahat dan siapa yang baik.

Pemerintah Dunia yang seharusnya menjadi si orang baik, justru bertindak sebagai villain dan antagonis yang mengabaikan wilayah ini hanya karena mereka tidak mampu membayar upeti.

Sebaliknya, wilayah ini justru bisa bangkit dan bertransformasi menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera, berkat donasi dari seorang Bajak laut.

Selain itu, fakta baru tentang Weevil dan ibunya juga terungkap melalui percakapannya Marco dengan Nekomamushi.

Ternyata, Miss Bakkin, ibunya Weevil dulunya adalah seorang bajak laut, dan memang pernah berada dalam satu kapal yang sama dengan Shirohige.

Itu terjadi sekitar 40 tahun yang lalu. 

Dan ngomong-ngomong soal 40 tahun yang lalu, itu adalah masa yang sama dengan masa kejayaan kelompok bajak laut LOCKS yang pernah dibicarakan oleh Garp di manga chapter 907.

Masa dimana Charlote Linlin atau Big Mom, masih menjalin kerjasama dengan Kaido.

Kami rasa, hal ini mungkin ada hubungannya. Mungkin Shirohige, Miss Bakkin, Kaido, dan Big Mom adalah bagian dari kelompok ini. 

Dan Miss Bakkin, bukanlah nama asli, melainkan nama samaran yang digunakannya setelah pensiun menjadi Bajak Laut.

Sehingga teori yang menyebutkan kalau LOCKS adalah sebuah aliansi bajak laut besar sebelum era Roger bisa saja benar adanya.

Mungkin L merujuk pada Linlin a.k.a Big Mom, O merujuk pada nama asli Miss Bakkin, C merujuk pada Chinjao, K merujuk pada Kaido, dan S merujuk pada Shirohige.

Mungkin aliansi ini bubar setelah kepala bor-nya Chinjao diblesekkan oleh Grap, sehingga LOCKS tidak lagi bisa membongkar harta karun mereka yang disimpan dibawah benua Es yang hanya dibisa dibelah oleh kepala Bor-nya Chinjao.

Mungkin karena inilah Garp kemudian disebut sebagai Marine Hero.

Kembali ke Marco dan Nekomamushi.

Sepertinya, Marco lebih memilih tetap tinggal di desa untuk menunggu dan mengantisipasi kedatangan Weevil dibandingkan ikut Nekomamushi ke Wano.

Sekilas ini memang seperti sebuah penolakan secara halus. Namun kami justru melihat kemungkinan lain yang lebih greget.

Menurut sudut pandang kami, penolakan Marco ini justru memberikan clue kalau nanti, dia akan berhasil berdamai dengan Weevil, dan justru membawa Shichibukai baru ini ke Wano untuk ikut membantu Luffy dan kawan-kawan mengalahkan Kaido.

Jadi, nanti yang akan nimbrung dalam pertarungan di Wano di pihak Topi Jerami adalah kelompok Topi Jerami, ksatria Mink, Samurai Wano, kelompoknya Marco, kelompoknya Law dan Edward Weevil beserta ibunya.

Tak ketinggalan, para Grand Fleetnya Topi Jerami juga kemungkinan besar akan ikut nimbrung, karena dalam cerita Cover Story, diceritakan kalau masing-masing Grand Fleet tengah memulai sebuah pelayaran.

Serta tidak menutup kemungkinan, kalau LOCKS akan bereuni dalam perang ini. Hanya saja sebagian dari mereka akan berhadapan sebagai musuh.

Dan ngomong-ngomong soal Wano, kelompoknya Kinnemon ternyata sudah wampai ke negeri ini, dan sekarang sedang dalam misi penyamaran.

Franky menyamar sebagai tukang kayu, Usopp menyamar sebagai penjual minyak kodok, sedangkan Robin berlatih menjadi seorang Geisha.

Dalam rencana penyamaran yang digagas oleh Kinnemon ini, tidak tampak batang hidungnya Trafalgar Law.

Sepertinya, dia masih dalam masa pemulihan setelah menjadi salah satu yang terluka paling parah dalam pertempuran di Dressrosa.

Tapi yang paling menarik perhatian di chapter ini adalah keberadaan Roronoa Zoro.

Belum apa-apa dia sudah ditangkap dan disidang di Pengadilan Negeri setempat dengan tuduhan melakukan pembacokan liar.

Dia pun dituntut dengan pasal berlapis karena kedapatan membawa Pedang Shushui yang merupakan harta karun nasional kerajaan Wano yang hilang dicuri 23 tahun sebelumnya.

Atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya tersebut, Zoro pun dijatuhi hukuman Seppuku.

Awalnya, terlihat Zoro pasrah dan akan menjalankan Seppuku tersebut dengan ikhlas.
 
Namun ternyata dia sudah menyadari kalau si hakim yang menghukumnya adalah pelaku pembacokan yang sebenarnya.
Dan kejadian yang sangat greget, yang Zoro banget lah, terjadi selanjutnya.

Dengan menggunakan belati Seppuku yang sangat kecil dan pendek, Zoro menebas si hakim dari kejauhan, berikut dengan gedung pengadilan yang menjadi background-nya.

CROT!!!!

Lagi-lagi Zoro memperagakan adegan yang mirip dengan Mihawk di kemunculan perdananya.

Tentu kalian masih ingat saat Zoro muncul pertama kalinya di Shabaody setelah TIMESKIP, bukan?

Saat itu Zoro muncul diselingi adegan dimana dia membelah sebuah kapal bajak laut menjadi beberapa bagian, mirip seperti kemunculan perdana Mihawk di East Blue.

Dan kini dia menebas seorang sampah Wano hanya dengan menggunakan sebilah belati, seolah menirukan teknik Mihawk saat memplekotho dirinya dulu di East Blue menggunakan sebilah belati.
Nah, kira-kira apa yang akan terjadi kepada Zoro setelah melakukan tindakan senekat ini???
Kalau menurut kami, justru karena tindakannya yang sangat mencolok ini, Para Samurai anti Kaido justru akan datang sendiri untuk menemuinya.

Zoro malah akan menjadi orang pertama yang bertemu dengan para samurai anti Kaido, tanpa perlu repot-repot mencari mereka.

Piye menurutmu cah???

Saturday 23 June 2018

[ REVIEW BLACK CLOVER 162 ] ASTA vs LUCK!!!


Kehadiran Asta yang tidak terduga meningkatkan harapan baru bagi Magna dan Vanesha untuk dapat menyadarkan Luck dari pengaruh sihir reinkarnasi bangsa Elf.

Seperti yang kita tahu, untuk saat ini kekuatan Pedang iblis ketiga Asta adalah satu-satunya tool yang bisa menetralkan sihir terlarang tersebut, seperti yang pernah diperlihatkan pada manga chapter 159 lalu.

Dan untuk menghadapi Luck yang kini menyebut dirinya sebagai Lufuru, yang wujudnya saat ini terlihat seperti dewa petir dalam mitologi Jepang, Asta langsung masuk ke mode Black Form.

Mampukah Asta menghandle kekuatan dan kecepatan Luck yang kini mengalir kekuatan Elf ditubuhnya?

Pertarungan antara Iblis vs Peri pun kembali dimulai!
Review manga black clover chapter 162
Manga Black Clover chapter 162, isinya full pertarungan antara Asta, Magna, dan Vanesha vs Luck Reinkarnasi atau Lufuru.

Dalam wujud "Dewa Petir" nya, pergerakan Lufuru menjadi luar biasa cepat. Secepat kilat tentunya.

Dia pun begitu PeDe, begitu yakin, kalau dengan kecepatan pergerakannya saat ini tidak akan ada manusia yang bisa mengatasinya. Apalagi cuma seorang bocah yang tidak mampu merasakan Mana.

Dugaannya salah besar.  Tubuh Asta mampu bereaksi untuk menghandle kecepatan kilatnya Lufuru.

Memang benar, Asta tidak mampu merasakan Mana, tetapi perlu diingat, Asta sudah dilatih oleh Kapten Yami untuk merasakan Ki sejak duet pertama mereka saat bertarung melawan Licht.

Selain itu reaksi super cepat Asta ternyata juga ditopang oleh responsifnya Pedang iblis ketiganya terhadap pancaran Mana.

Menurut perkataan Asta, reaksi pedangnya ini begitu sensitif terhadap pancaran Mana yang besar.

Ini informasi baru nih, tentang kemampuan lain dari Pedang ketiganya Asta.  CATET!!!

Kemudian, ditambah dengan mode Black Form-nya, Asta tidak hanya mampu bereaksi untuk menangkis setiap serangan kilatnya Lufuru. Tetapi dia juga mampu melakukan pengejaran.

Sayangnya, Lufuru bukanlah tipe petarung yang hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi dia juga tipikal petarung yang sangat cerdik dalam mengatur strategi.

Asta yang sudah diambang batas Black Form-nya, karena sudah dua kali menggunakan mode tersebut dalam sehari, harus bekerjasama dengan Magna dan Vanesha untuk melancarkan serangan terakhir sebelum Black Form-nya habis.

Dan ini unik nih, Asta mengacak-acak reruntuhan di sekitarnya untuk mengelabui penglihatannya Lufuru.

Lufuru pikir, Asta melakukan hal tersebut karena Asta tidak memiliki pancaran Mana, sehingga jika sekelilingnya berselimut kabut, Lufuru tidak akan mampu mendeteksi pergerakannya.

Apa yang Lufuru pikirkan ini, persis seperti yang dulu Luck rencanakan dengan Asta dan Noelle ketika mereka bertarung melawan si penyihir kabut dari kerajaan Diamond, Lotus Whomalt.

Mungkinkah hal ini menunjukkan kalau reinkarnasi Elf yang mendiami tubuh seseorang secara tidak sadar juga mampu mengakses ingatan asli dari si pemilik tubuh yang asli?

Mungkin!

Dan untuk mengatasi rencana yang terlihat sama persis dengan yang dulu pernah Luck rencanakan, Lufuru, menyebarkan pancaran mana listriknya ke segala arah.

Jika pancaran mananya ada yang terpotong oleh Pedang anti sihirnya Asta, maka dia bisa mengetahui posisi Asta meskipun tidak melihat secara langsung dan tidak bisa merasakan mananya.

Binggo!!! Rencananya tersebut berjalan sukses, dan dia bisa tahu kalau Asta sedang bergerak lurus ke arahnya.

Namun satu hal yang dia tidak ketahui adalah, Asta tidak menyerang sendirian. 

Entah kapan, dimana atau bagaimana caranya, Asta, Magna, dan Vanesha ternyata sudah merencanakan sesuatu yang sangat brilian.

Disaat Lufuru dengan begitu yakinnya akan mampu mencabik Asta dengan cakar listriknya, pergerakan Asta terhenti seketika, karena dihentikan oleh Vanesha menggunakan sihir benangnya.

Disaat cakaran Lufuru meleset karena salah perhitungan akibat Asta berhenti secara tiba-tiba, Magna melempar bola api untuk memotong benangnya Vanesha, sehingga Asta bisa kembali melaju dan menghantamkan Pedang anti sihirnya ke tubuh Lufuru.

Dan PLOK!!! Sepertinya kali ini Pedang Asta berhasil mengoplok Lufuru tepat di kepalanya.

Jika apa yang kami pikirkan ini benar, maka bisa dipastikan dichapter mendatang Luck sudah kembali sadar sepenuhnya akibat koplokkan temannya ini.

Dan setelah membaca keseluruhan cerita di chapter 162 ini, kami pun menarik sebuah kesimpulan yang sangat mengagumkan.

Pesan mutiara dari manga black clover chapter 162 ini adalah, terkadang teman mengoplok kepalamu itu bukan karena benci, tetapi karena sayang dan perhatian.

Jadi koploklah sering-sering kepala sahabatmu. Wkwkwkwkk

Piye menurutmu cah?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons