Sunday, 24 June 2018

Im-Sama Bukan Pendekar Pedang!!! Dia hanyalah....


Secara resmi, belum dikonfirmasi apakah warna dan pola matanya Im-Sama yang ditampilkan di akhir manga one piece chapter 908 sama seperti warna dan pola matanya Dracule Mihawk atau tidak.

Apa yang kita temukan di internet, untuk saat ini baru sebatas spekulasi fans, jadi masih belum bisa dijadikan patokan apakah nanti bentuk dan warnanya akan seperti itu atau tidak.

Salah satu alasan kenapa banyak yang meyakini kalau mata Im-Sama warnanya sama dengan matanya Mihawk, hanyalah karena adanya Pedang yang menancap di dekat Im-Sama.

Kemudian spekulasi besar pun muncul yang menyebutkan kalau Im-Sama adalah seorang pendekar pedang seperti halnya Mihawk. Dan dia memiliki mata yang juga sama dengan Mihawk.

Tapi apakah itu benar? 
teori tentang kekuatan im-sama one piece
Salah satu alasan yang membuat kami kurang begitu setuju dengan teori kalau Im-Sama adalah seorang Pendekar Pedang yang memiliki mata seperti Mihawk adalah Zunisha.

Jika kalian cermati, pola mata Zunisha saat pertama kali diperlihatkan dalam manga, juga terlihat sama persis dengan pola matanya Im-Sama dan Mihawk.

Tapi nyatanyanya,  saat versi animenya dirilis, warna pupil matanya Zunisha jauh berbeda dari Mihawk.

Karena alasan inilah, kami justru lebih cenderung berspekulasi kalau bentuk pupil rinnegan-nya Im-Sama bukan menunjukkan kalau dia adalah seorang pendekar pedang, melainkan menunjukkan kalau dia adalah makhluk yang sudah hidup ribuan tahun seperti Zunisha.

Menurut kami ini lebih masuk akal. 

Selama ini, yang penduduk Onepiece tahu, The Empthy Throne, hanyalah sebuah simbol. Tidak ada yang mendudukinya selama 800 tahun terakhir, dan juga tidak boleh diduduki oleh siapapun sampai saat ini.

Tapi nyatanya, kursi panas tersebut selama ini sudah diduduki oleh seseorang yang dipanggil dengan Im-Sama. Dan sepertinya hanya Gorosei dan si Kurator saja yang mengetahui hal itu.

Jadi, sebelum kita mulai berteori tentang Im-Sama, rasa-rasanya kita wajib mengulik dulu sejarah tentang The Great Kingdom dan awal mula berdirinya World Governtment.

Dikisahkan, sekitar 800 tahun yang lalu, 20 negara dan atau kerajaan, bersatu untuk menggulingkan sebuah kerajaan adidaya yang disebut The Great Kingdom.

Aliansi 20 negara tersebut berhasil melakukan kudeta dan kemudian mendirikan sebuah pemerintahan baru yang kini dikenal dengan World Government.

Belum dikatahui pasti apa motif atau alasan ke-20 negara tersebut mengkudeta The Great Kingdom. 

Namun yang pasti, setelah mengkudeta kerajaan tersebut, World Governtment juga menghapus keberadaannya dari Sejarah. 

Dan melarang siapapun untuk meneliti atau mencari tahu tentang sejarah kerajaan tersebut yang kini dikenal dengan masa kekosongan atau Void Century.

Namun, prasasti tentang keberadaan The Great Kingdom, tertulis dalam balok-balok batu yang tidak bisa dimusnahkan, yang disebut dengan Phoneglyph.

Oleh karenanya, World Government memblacklist keberadaan batu ini, dan menghabisi siapapun yang mencoba untuk menerjemahkannya.

Dan saat ini, setelah Ohara dibumihanguskan, hanya Nico Robin saja, manusia yang tersisa yang bisa membaca tulisan pada batu Phoneglyph tersebut.

Nah, kembali ke ke-20 kerajaan yang beraliansi untuk mengkudeta The Great Kingdom.

Selesai Perang, 20 keluarga kerajaan yang ikut dalam aksi kudeta ini diberikan kekuasaan istimewa untuk menjadi bagian dari klan Dewa atau yang dikenal dengan nama Celestial Dragon atau Tenryubito, dan tinggal di tanah suci Mariejoa. Daratan tertinggi di dunia Onepiece yang konon posisinya adalah 10.000 m di atas permukaan laut.

Meskipun aslinya mereka adalah manusia, tetapi keluarga Tenryubito dan keturunannya, memiliki kekuasaan mutlak seperti seorang dewa. Apapun keinginan dan tindakan mereka harus dituruti dan mereka tidak pernah salah.

Ini adalah hak istimewa yang diberikan kepada ke-20 keluarga kerajaan pertama yang mendirikan World Governtment.

Dari 20 keluarga kerajaan tersebut, hanya 1 yang menolak untuk menjadi Tenryubito, yaitu keluarga Nefeltari.

Mereka lebih memilih untuk hidup di dunia bawah, dan memerintah Alabasta secara turun temurun.

Dengan kata lain, saat ini, di Mariejoa tinggal 19 klan atau keluarga Tenryubito yang merupakan keturunan langsung dari 19 kerajaan yang dulu mengkudeta The Great Kingdom.

Nah, pertanyaannya sekarang, siapa atau kerajaan apa yang memprovokasi kedua puluh kerajaan tersebut untuk mengkudeta The Great Kingdom. Padahal konon The Great Kingdom ini bukanlah sebuah negara penjajah???

Mana mungkin kan 20 kerajaan tiba-tiba punya ide untuk beraliansi dan mengkudeta sebuah kerajaan besar yang tidak pernah mengganggu kedaulatan mereka?

Pasti setidaknya ada satu orang atau satu kerajaan yang menjadi kompor diantara 20 kerajaan tersebut. And one truth Prevail!!! Menurut kami pelakunya tidak lain adalah orang-orang yang saat ini kita kenal dengan sebutan Gorosei.

Gorosei ini adalah 5 tetua atau istilahnya 5 orang berkedudukan paling tinggi dalam strata World Government. 

Namun gaya berpakaian mereka yang kasual tidak seperti para Tenryubito, meskipun termasuk kaum elit yang tinggal di Mariejoa, membuat posisi mereka jadi belum jelas apakah setara Tenryubito, diatas Tenryubito atau dibawah Tenryubito.

Kalau kami boleh berspekulasi, mungkin sistem Pemerintahan World Governtmen ini mirip seperti sistem pemerintahan kekaisaran Jepang, dimana Kaisar dan keturunannya hanyalah sebuah simbol pemersatu, sementara yang sepenuhnya berkuasa atas Pemerintahan adalah Wakil Kaisar.

Sehingga, mungkin secara kasta, Gorosei masih dibawah Tenryubito, tetapi secara kekuasaan dalam Pemerintahan, Gorosei lebih berkuasa dibandingkan Tenryubito.

Nah, para Gorosei ini tentu tidak akan berani memprovokasi kerajaan lain untuk membantu mereka mengkudeta The Great Kingdom, jika tidak ada seseorang yang bisa menjamin kemenangan mereka.

Orang yang kami maksud ini tentu saja adalah Im-Sama.

Mungkin Im-Sama ini merupakan seorang Immortal atau manusia abadi, yang tidak akan mati kalau tidak dibunuh, yang memiliki kemampuan kenbunshohaki level paling tinggi.

Sehingga dia bisa melihat masa depan jauh lebih jauh dari apa yang bisa dilihat oleh Katakuri. Yang membuatnya mampu memberikan wangsit-wangsit tokcer kepada para Gorosei sebelum mereka akan melakukan sebuah tindakan.

Sehingga prosentase kemenangan dan keberhasilan setiap tindakan Gorosei untuk menjaga kestabilan kekuatan World Government, menjadi mendekati 100%.

Oleh karenanya, Para Gorosei selalu akan meminta petunjuknya sebelum melakukan sebuah tindakan. Seperti yang diperlihatkan pada manga chapter 908 lalu.

Kami rasa karakter Im-Sama itu ya seperti itu. Mirip-mirip seperti karakter Cassandra The Sorcerrer dalam film The Scorpion King.

Sehingga kami kurang yakin kalau Im-Sama adalah seorang Swordsman yang hebat. 

Kami justru lebih yakin kalau Im-Sama bukanlah seorang petarung yang hebat. Menurut kami, petarung terhebat yang dimiliki oleh Pemerintah Dunia ya kelima Gorosei.

Jika Im-Sama adalah petarung terhebat, dan dia adalah seorang Swordsman, bagaimana nanti Luffy akan menghadapinya?

Luffy kan bukan seorang Swordsman. Dan sejauh ini, boss-boss bajak laut yang dia hadapi bukanlah seorang Swordsman.

Hampir semua Swordsman yang dihadapi oleh kelompok Topi jerami dikalahkan oleh Roronoa Zoro. Masak iya nanti yang akan mengalahkan final Boss Onepiece justru Zoro, bukan Luffy?

Kan nggak adil!!!

Jadi, kesimpulan kami. Im-Sama bukanlah seorang Swordsman. Pola mata rinnegan yang dimilikinya tidaklah serupa dengan pola matanya Dracule Mihawk. Melainkan lebih mirip seperti pola matanya Zunisha.

Yang secara tidak langsung, bukan menunjukkan kekuatan bertarung melainkan menunjukkan usianya yang sudah hidup ribuan tahun.

Piye menurutmu, cah???

Saturday, 23 June 2018

[ REVIEW BLACK CLOVER 162 ] ASTA vs LUCK!!!


Kehadiran Asta yang tidak terduga meningkatkan harapan baru bagi Magna dan Vanesha untuk dapat menyadarkan Luck dari pengaruh sihir reinkarnasi bangsa Elf.

Seperti yang kita tahu, untuk saat ini kekuatan Pedang iblis ketiga Asta adalah satu-satunya tool yang bisa menetralkan sihir terlarang tersebut, seperti yang pernah diperlihatkan pada manga chapter 159 lalu.

Dan untuk menghadapi Luck yang kini menyebut dirinya sebagai Lufuru, yang wujudnya saat ini terlihat seperti dewa petir dalam mitologi Jepang, Asta langsung masuk ke mode Black Form.

Mampukah Asta menghandle kekuatan dan kecepatan Luck yang kini mengalir kekuatan Elf ditubuhnya?

Pertarungan antara Iblis vs Peri pun kembali dimulai!
Review manga black clover chapter 162
Manga Black Clover chapter 162, isinya full pertarungan antara Asta, Magna, dan Vanesha vs Luck Reinkarnasi atau Lufuru.

Dalam wujud "Dewa Petir" nya, pergerakan Lufuru menjadi luar biasa cepat. Secepat kilat tentunya.

Dia pun begitu PeDe, begitu yakin, kalau dengan kecepatan pergerakannya saat ini tidak akan ada manusia yang bisa mengatasinya. Apalagi cuma seorang bocah yang tidak mampu merasakan Mana.

Dugaannya salah besar.  Tubuh Asta mampu bereaksi untuk menghandle kecepatan kilatnya Lufuru.

Memang benar, Asta tidak mampu merasakan Mana, tetapi perlu diingat, Asta sudah dilatih oleh Kapten Yami untuk merasakan Ki sejak duet pertama mereka saat bertarung melawan Licht.

Selain itu reaksi super cepat Asta ternyata juga ditopang oleh responsifnya Pedang iblis ketiganya terhadap pancaran Mana.

Menurut perkataan Asta, reaksi pedangnya ini begitu sensitif terhadap pancaran Mana yang besar.

Ini informasi baru nih, tentang kemampuan lain dari Pedang ketiganya Asta.  CATET!!!

Kemudian, ditambah dengan mode Black Form-nya, Asta tidak hanya mampu bereaksi untuk menangkis setiap serangan kilatnya Lufuru. Tetapi dia juga mampu melakukan pengejaran.

Sayangnya, Lufuru bukanlah tipe petarung yang hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi dia juga tipikal petarung yang sangat cerdik dalam mengatur strategi.

Asta yang sudah diambang batas Black Form-nya, karena sudah dua kali menggunakan mode tersebut dalam sehari, harus bekerjasama dengan Magna dan Vanesha untuk melancarkan serangan terakhir sebelum Black Form-nya habis.

Dan ini unik nih, Asta mengacak-acak reruntuhan di sekitarnya untuk mengelabui penglihatannya Lufuru.

Lufuru pikir, Asta melakukan hal tersebut karena Asta tidak memiliki pancaran Mana, sehingga jika sekelilingnya berselimut kabut, Lufuru tidak akan mampu mendeteksi pergerakannya.

Apa yang Lufuru pikirkan ini, persis seperti yang dulu Luck rencanakan dengan Asta dan Noelle ketika mereka bertarung melawan si penyihir kabut dari kerajaan Diamond, Lotus Whomalt.

Mungkinkah hal ini menunjukkan kalau reinkarnasi Elf yang mendiami tubuh seseorang secara tidak sadar juga mampu mengakses ingatan asli dari si pemilik tubuh yang asli?

Mungkin!

Dan untuk mengatasi rencana yang terlihat sama persis dengan yang dulu pernah Luck rencanakan, Lufuru, menyebarkan pancaran mana listriknya ke segala arah.

Jika pancaran mananya ada yang terpotong oleh Pedang anti sihirnya Asta, maka dia bisa mengetahui posisi Asta meskipun tidak melihat secara langsung dan tidak bisa merasakan mananya.

Binggo!!! Rencananya tersebut berjalan sukses, dan dia bisa tahu kalau Asta sedang bergerak lurus ke arahnya.

Namun satu hal yang dia tidak ketahui adalah, Asta tidak menyerang sendirian. 

Entah kapan, dimana atau bagaimana caranya, Asta, Magna, dan Vanesha ternyata sudah merencanakan sesuatu yang sangat brilian.

Disaat Lufuru dengan begitu yakinnya akan mampu mencabik Asta dengan cakar listriknya, pergerakan Asta terhenti seketika, karena dihentikan oleh Vanesha menggunakan sihir benangnya.

Disaat cakaran Lufuru meleset karena salah perhitungan akibat Asta berhenti secara tiba-tiba, Magna melempar bola api untuk memotong benangnya Vanesha, sehingga Asta bisa kembali melaju dan menghantamkan Pedang anti sihirnya ke tubuh Lufuru.

Dan PLOK!!! Sepertinya kali ini Pedang Asta berhasil mengoplok Lufuru tepat di kepalanya.

Jika apa yang kami pikirkan ini benar, maka bisa dipastikan dichapter mendatang Luck sudah kembali sadar sepenuhnya akibat koplokkan temannya ini.

Dan setelah membaca keseluruhan cerita di chapter 162 ini, kami pun menarik sebuah kesimpulan yang sangat mengagumkan.

Pesan mutiara dari manga black clover chapter 162 ini adalah, terkadang teman mengoplok kepalamu itu bukan karena benci, tetapi karena sayang dan perhatian.

Jadi koploklah sering-sering kepala sahabatmu. Wkwkwkwkk

Piye menurutmu cah?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons