Monday, 11 June 2018

[ REVIEW BLACK CLOVER 160 ] LUCK VS MAGNA!


Pengejaran markas besar reinkarnasi para Elf masih terus berlanjut di manga Black Clover chapter 160 ini. 

Asta dan Yuno yang sudah menyelesaikan urusan mereka di Desa Hage, langsung terbang kembali untuk mengejar ketertinggalan mereka dari para senior.

Sayangnya mereka harus terbang ke arah yang berbeda, karena Yuno merasakan ada dua lokasi yang terdapat pancaran mana Elf.

Dimana salah satunya ternyata dipancarkan oleh Luck, yang kini tubuhnya dikendalikan oleh seorang reinkarnasi Elf yang bernama Lufuru.

Disebuah kota yang kini sudah porak poranda, takdir seolah mempermainkan nasibnya. Di depan Luck, berdiri Vanesha dan Magna, rekan satu skuadronnya di Black Bull, yang sudah siap untuk menghentikan keanarkisannya.
REVIEW MANGA BLACK CLOVER CHAPTER 160
Bisa dibilang tidak ada informasi yang berharga atau battle yang istimewa di manga Black Clover chapter 160 kali ini.

Selesai halal bihalal di kampung halamannya, Asta dan Yuno langsung cabut menuju battelfield yang selanjutnya.

Sungguh malang nasib si Bapa. Baru saja dia sadarkan diri, dan belum sempat disungkemi oleh Asta dan Yuno, dia sudah langsung ditinggal ngibrit oleh dua mantan anak panti kesayangannya tersebut.
Sementara itu dikota terdekat Vanesha dan Magna yang sedang menjalankan tugas patroli, terpaksa harus bentrok melawan Luck yang kini tubuhnya dikendalikan oleh seorang reinkarnasi Elf yang bernama Lufuru.
Tanpa pikir panjang, Luck langsung menyerang dengan kekuatan penuh. Yang jika serangan tersebut sampai mengenai Magna, bisa dipastikan si anak punk ini koid seketika.

Beruntung di situ ada Vanesha dan sikucing benang merah miliknya yang bisa memanipulasi takdir.

Berkat sentuhan si kucing, serangan Luck meleset, meskipun datang dengan kecepatan kilat.

Sayangnya, si kucing sepertinya tidak bisa membedakan mana lawan mana kawan. Dia masih menganggap Luck sebagai bagian dari Black Bull sehingga dia tidak mengijinkan siapapun menyakitinya. Termasuk si Magna.

Itulah sebabnya, Vanesha memasukkan si kucing kembali ke kandangnya, dan memposisikan diri hanya sebagai penonton dalam pertarungan Luck vs Magna, karena dia yakin, meskipun saat ini tubuhnya dijadikan wadah reinkarnasi Elf, tetapi jiwa Luck pasti masih ada di dalamnya.

Dan sepertinya dia juga percaya kalau Magna sukses memplekotho si Luck, maka Luck mungkin akan bisa kembali seperti Luck yang seharusnya.

Mungkin kepercayaan kedua rekannya di Black Bull ini, terkait dengan masa lalu Luck yang tidak pernah kalah dalam duel. 
Sehingga jika dia dikalahkan oleh Magna, maka akan ada getaran-getaran traumatis di dalam otaknya yang akan mengacaukan frekwensi sihir reinkarnasi yang saat ini mengendalikan tubuh Luck.

Menurut kami, penjelasan ilmiahnya seperti itu sih!

Nah, dalam pertarungan one on one ini, dari segi teknik, kekuatan dan kecepatan, sepertinya Luck atau Lufuru jauh lebih unggul.

Namun ketahanan tubuh, serta kenekatannya Magna dalam bertarung, yang tak jarang membahayakan nyawanya sendiri, sepertinya cukup ampuh untuk mengimbanginya.
Meskipun teknik yang dia gunakan monoton, dari dulu cuma lempar lemparan bola api saja, tetapi dia terlihat cukup kreatif untuk memoleskan berbagai variasi rasa di dalam bola-bola apinya tersebut. 

Ada bola yang kalau di lempar bisa menghilang, seperti rasengannya Boruto. Ada bola yang kalau dilempar tetap akan meledak meskipun tidak menyentuh target. Ada juga bola api yang bisa berbalik arah seperti peluru kendali.

Nah, berkat kenekatannya magna inilah, sejenak dia bisa merasakan kemenangan atas Luck. Bahkan dia sampai bisa mengikat Luck dengan tali api pengekang sihir.

Namun Luck yang sekarang adalah Luck yang berteknologi Elf. Jumlah mana yang dimilikinya sangatlah melimpah.

Sehingga tanpa kesulitan, dia bisa menghancurkan tali api pengekang sihirnya Magna, dan merilis sihir petir yang begitu dahsyat, sebagai sebuah gertakan.

Tapi itu adalah kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh Luck. Sihir petirnya yang meledak-ledak membumbung tinggi ke angkasa, terlihat oleh Asta.

Tak diragukan lagi, satu-satunya orang yang memegang tool untuk menetralkan sihir reinkarnasi ini, pasti akan langsung bergegas menuju lokasi tersebut.

Karena Asta tidak punya petunjuk arah yang lain selain keributan semacam itu. Dia kan tidak bisa merasakan Mana.

Dengan terpancingnya Asta untuk bergerak menuju lokasi pertarungannya Luck dan Magna, maka bisa dipastikan di chapter mendatang sihir reinkarnasi yang menjangkiti tubuh Luck akan dinetralkan oleh Asta.

Menariknya, Asta terbang menuju kota dengan menaiki bahtera angin ciptaannya Yuno. Sendirian. 

Bisakah Asta membelokkan arah bahteranya Yuno tersebut menuju lokasi Luck dan Magna? 
Atau dia akan melompat ke daratan untuk kemudian berlari sekencang-kencangnya menuju lokasi pertarungan tersebut?
Atau Asta akan melompat dari bahtera dan memilih untuk terbang menggunakan Black Form-nya??
Semua kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk bahtera Asta memang disetting oleh Yuno untuk menuju lokasi tersebut?
Piye menurutmu cah???

Sunday, 10 June 2018

GAROU vs OROCHI !!! PERTARUNGAN PALING BADASS TAHUN INI!!! [ REVIEW ONE PUNCH MAN 140 ]


Setelah cukup lama tidak ada pertarungan yang epic dalam manga One Punch Man, di chapter terbaru ini, akhirnya ada juga pertarungan yang sangat epic.

Pertarungan untuk menentukan siapakah Monster terkuat di Bumi antara Garou (kandidat Monster terkuat ) vs Raja Monster Orochi.
REVIEW MANGA ONE PUNCH MAN CHAPTER 140
Setiap kali akan membahas One Punch Man, kita selalu dibuat bingung, sebenarnya yang official itu sudah sampai chapter berapa.

Di situs yang satu masih dianggap sebagai chapter 139, sementara di situs baca manga yang lainnya sudah dianggap chapter 140.

So, sebelum masuk ke inti pembahasan, kita samakan persepsi kita terlebih dahulu ya, kalau yang akan kita bahas ini adalah Manga One Punch Man chapter 140.

Nah, pada manga chapter 140 ini terjadi pertarungan yang sangat epic antara Garou vs Raja Monster Orochi.

Pertarungan epic ini tidak pernah diceritakan dalam versi Webcomic. 

Dalam versi webcomic, nasib Orochi sama sekali tidak diceritakan sampai Monster Assosiasi Saga selesai. Tiba-tiba Garou sudah menjadi sangat kuat dan memplekotho semua Pahlawan kelas S, begitu saja.

Itu jelas plot hole yang sangat besar.

Jadi, mungkin akhir dari pertarungan antara Garou vs Orochi ini akan menjelaskan bagaimana nasib Orochi yang sebenarnya, kenapa dia sampai tidak ikut bertarung melawan para Hero kelas S, sekaligus menjelaskan juga bagaimana Garou bisa tumbuh menjadi begitu kuat dalam sekejap hingga bisa memplekotho semua Hero kelas S.

Nah, pertarungan antara Garou vs Orochi terjadi setelah Gyoro Gyoro tidak mampu menjinakkan si Hero Hunter ini.

Padahal Gyoro Gyoro mengklaim kemampuan telekinesisnya sudah lebih kuat dibandingkan Blizzard of Hell Fubuki ataupun Tornado of terror Tatsumaki.

Menurut pengakuan Gyoro Gyoro, saat ini dia sedang menjalankan proses Monsterisasi pada tubuh Garou untuk perlahan-lahan mengubahnya menjadi Monster terkuat.

Yang konon, Garou memiliki potensi untuk menjadi Monster yang lebih kuat dari Raja Monster Orochi.

Namun sepertinya Garou tidka begitu tertarik dengan apa yang dibicarakan dan apa yang ditawarkan olehnya. 

Bahkan Garou malah berniat menghabisi Gyoro Gyoro untuk melihat apa yang akan terjadi kepada Asosiasi Monster jika aktor utamanya is death.

Oleh karena itulah pada akhirnya Gyoro Gyoro memerintahkan Orochi untuk menghandle si bengal ini.

Nah, disinilah, akhirnya kita, untuk pertama kalinya melihat dengan mata kepala sendiri, sekuat apa si Raja Monster ini saat bertarung.

Bisa dibilang wujud, dan cara bertarungnya Orochi ini bener-bener super badass.

Selain tubuhnya sangat besar, tanduknya yang kuat dan tajam yang bisa memanjang dan meliuk-liuk dengan sangat fleksibel, tubuh si Orochi ini juga bisa membelah diri.

Ternyata, alasan kenapa Raja Monster ini diberi nama Orochi adalah karena seluruh tubuhnya terbentuk dari sekumpulan monster ular atau yang dalam bahasa Jepang disebut Orochi, yang melilit, serta menyatu sebagai otot dan daging dari si Raja Monster.

Luar biasanya lagi, masing-masing dari otot ular naga tersebut juga bisa mengeluarkan semacam tembakan laser dari mulutnya.

Njir, ini bener-bener wujud Monster paling badass dalam manga yang pernah gue baca sepanjang hidup gue sampai saat ini.

Monster Musume yang katanya sangat horor itupun, kalah horor dibandingkan dengan yang satu ini. Kalah jauhhhhh, Bro!!! Wkwkwkwkw

Tapi Garou bukan tanpa perlawanan.

Disepanjang pertarungannya melawan Orochi, Garou terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Baik itu dalam segi kecepatan, teknik, maupun ketahanan tubuh.

Buktinya, meskipun mendapatkan serangan yang bertubi-tubi, mulai dari diremes-remes, ditusuk-tusuk pakai tanduk, dibogem sampai melempem, hingga ditembaki serangan laser, Garou masih bisa terus berdiri dan melakukan perlawanan.

Justru sepertinya, pertarungannya melawan Orochi ini semakin mempercepat proses metamorfosis tubuhnya menjadi seorang Monster.

Dimulai dari sobekan baju ketatnya dibagian punggung yang terus berkibar-kibar, yang sepertinya sudah mulai berevolusi menjadi sepasang sayap monster.

Meskipun demikian, kondisi setengah monster yang dialami tubuh Garou saat ini masih jauh dibawah kekuatan Orochi yang sebenarnya.

Ditambah lagi, Orochi ternyata juga memiliki kemampuan copycat. Hanya dengan sekali melihat, dia langsung bisa menirukan teknik Water Smashing Rock Style-nya Garou.

Dan lagi, dia bisa memodifikasinya dan menyesuaikan teknik ini dengan otot-otot ular naga yang menjadi kepanjangan kaki dan tangannya.

HOROK!!!

Bener-bener Badass si Orochi ini. Mungkin kalau Orochimaru bisa dapet Mangekyo Sharingan-nya Uchiha Sasuke, bakalan jadi kayak gini nih bentuknya!!! Wkwkwk.

Dengan kondisinya yang sudah babak belur seperti ini, mampukah Garou mengalahkan Orochi???

Menurut kami sih IYA!!! Bukankah kata Gyoro Gyoro, untuk dapat berevolusi menjadi monster terkuat, seorang manusia harus mengalami fase selamat dari kondisi sekarat hingga berkali-kali??? Seperti kemampuan Zenkai-nya bangsa Saiyan gitu lah!

So, justru dengan kondisi sekarat yang terus berkelanjutan inilah, Metamorfosis Garou akan menjadi semakin cepat.

Kami yakin, pada akhirnya Orochi akan tewas ditangan Garou.

Hal ini akan menjelaskan kenapa dalam versi Webcomic, Garou yang sebelumnya hampir mati cuma karena melawan si Royal Riper, dalam kurang dari sehari berikutnya bisa memplekotho semua Hero kelas S tanpa kesulitan.

Sekaligus menjelaskan juga, kenapa dalam versi Webcomic, yang katanya merupakan versi Originalnya, Orochi tidak ikut bertempur melawan para Hero kelas S dalam Monster Assosiasi Saga.

Piye menutumu cah?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons