Saturday, 7 April 2018

[ REVIEW BLACK CLOVER 152 ] FIX!!! LICHT ADALAH ELDER ELF!!! MEREOLEONA VS 5 REINKARNASI ELF!!!

Ada yang aneh di manga Black Clover chapter 152 yang terbit minggu ini. 

Di chapter sebelumnya, yaitu chapter 151, Liar tampak begitu terkejut melihat Black Formnya Asta yang membuat tubuh Asta diselimuti oleh kekuatan anti sihir.

Ekspresinya tersebut seolah mengatakan kalau Liar tidak familiar dengan kekuatan anti sihir milik Asta.

Tapi, di chapter 152 ini, Liar dengan jelas mengatakan kalau Grimoire dan Pedang anti sihir yang dipakai oleh Asta adalah milik Licht.

Licht yang dibicarakan oleh Liar ini, adalah Licht yang asli tentunya. Licht yang memiliki kekuatan sihir pedang.

Nah, padahal di chapter yang lebih sebelumnya lagi, yaitu chapter 148, diceritakan kalau Licht adalah pengguna Grimoire semanggi berdaun empat.

Dan dia masih menjadi Licht pengguna Grimoire semanggi berdaun 4 sampai tragedi pembantaian seluruh kaum Elf terjadi.

Bagaimana Liar bisa mengatakan kalau Grimoire semanggi berdaun limanya Asta adalah milik Licht, sementara sampai seluruh Elf mati, Licht diketahui merupakan pengguna Grimoire semanggi berdaun 4?

Apakah mungkin Licht memiliki 2 buah Grimoire? Dimana yang satunya merupakan Grimoire semanggi berdaun 4 yang memiliki kekuatan sihir pedang, sementara yang satunya lagi adalah Grimoire semanggi berdaun 5 yang menyimpan Pedang anti sihir?

Atau mungkin Grimoire semanggi berdaun 4-nya Licht sudah berevolusi menjadi Grimore semanggi berdaun 5 sebelum tragedi pembantaian kaum Elf terjadi, sehingga para Elf tahu kalau Licht adalah pengguna Grimoire semanggi berdaun 5 yang pertama?

Jadi makin bruwet kan?
REVIEW BLACK CLOVER 152

Tapi setidaknya melalui perkataannya Liar tersebut ada beberapa informasi penting yang bisa kita simpulkan.

Pertama, karena Liar mengatakan kalau Grimoire dan pedang anti sihirnya Asta adalah milik Licht, jadi, FIX sudah, kalau Licht yang asli adalah Tetua Elf yang pernah dibicarakan oleh Ratu Penyihir.

Kedua, karena Liar tahu, pedang dan Grimoire Asta adalah milik Licht, secara tidak langsung Liar sudah mengonfirmasi kalau Licht sudah menggunakan Grimoire semanggi berdaun 5 sebelum Tragedi pembantaian kaum Elf terjadi.

Tapi hal ini justru menimbulkan misteri baru. Jika Licht sudah menggunakan Grimoire semanggi berdaun 5 sebelum tragedi pembantaian kaum Elf, lalu kemana Grimoire semanggi berdaun 4 yang sebelumnya dia gunakan?

Apakah kekuatan sihir pedang adalah jenis kekuatan sihir yang sangat special, seperti sihir waktunya Julius yang memiliki Grimoire tanpa sampul, sehingga Grimoire semanggi berdaun 4-nya Licht bsia berevolusi menjadi Grimoire semanggi berdaun 5?

Atau, justru Licht memiliki 2 buah Grimoire?

Who Knows!!!

Dan kesimpulan yang terakhir, karena kekuatan anti sihir Asta terkesan tidak familir dimata Liar, padahal Liar tahu kalau Grimoire dan Pedang Asta adalah milik Licht, bisa disimpulkan kalau Asta bukanlah Reinkarnasi dari Licht yang asli.

Dan karena Asta bukanlah reinkarnasi Licht, padahal dia menggunakan Grimoire dan Pedangnya Licht, maka sudah bisa dipastikan kalau Licht yang asli tidak ikut tereinkarnasi oleh sihir reinkarnasi yang diaktifkan oleh Licht yang palsu.

Besar kemungkinan, jiwa Licht yang asli malah memang sudah bereinkarnasi duluan sebelum sihir reinkarnasi ini disempurnakan dan diaktifkan lagi oleh Licht yang palsu.

Dan entah kenapa, kami jadi semakin yakin, kalau Nero punya hubungan dengan Licht yang asli. Bisa jadi dia adalah reinkarnasi dari Licht yang asli.

Nah terlepas dari kata-kata kontroversialnya Liar tersebut, chapter 152 kali ini juga menyajikan pertarungan sengit antara Mereoleona vs 5 reinkarnasi Elf.

Meskipun bisa merasakan betapa besarnya Mana yang dipancarkan oleh kelima reinkarnasi Elf yang ada dihadapannya, Mereoleona tidak terlihat takut seidkitpun.

Malahan sepertinya dia merasa tertantang dan bersemangat karena bisa bertarung melawan 5 reinkarnasi Elf yang memiliki jumlah mana yang sangat besar, sekaligus.

Ditambah lagi, menurut elf yang merasuki tubuh Paulie Angel, para Elf memiliki sebuah ikatan satu sama lain, tidka seperti manusia yang egois.

Sepertinya yang dimaksudkan oleh Angel ini adalah, para Elf bisa saling berbagi kekuatan sihir, tidka seperti manusia yang hanya bisa menggunakan kekuatan sihir miliknya saja.

Spekulasi ini semakin kuat setelah Elf Angel menumbuhkan sayap pada keempat rekan Elfnya.

Dan masalah yang dihadapi oleh Mereoleona tidak hanya cukup pada kemampuan sharing kekuatan para Elf ini saja.

Tapi juga karena dia harus menghadapi 5 jenis kekuatan sihir sekaligus. Dimana dua diantaranya adalah kekuatan sihir yang sangat merepotkan.

Pertama, sihir copy pastenya Liar yang bisa meng-copy sihir apapun, dan yang kedua sihir saljunya Elf yang merasuki tubuh Fragil yang secara elemen merupakan musuh alami elemen apinya Leona. 

Ditambah lagi, sihir saljunya ini mampu mengurangi kemampuan pancaindera lawan-lawannya.

Dan benar saja, sekuat dan semengerikan apapun kekuatan sihir dan kekuatan fisknya Meleoleona,  pada akhirnya dia akan tepar juga.

Tapi meski tubuhnya sudah terluka parah hingga berdarah-darah, bukan Mereoleona namanya jika dia langsung menyerah kalah.

Meskipun tubuhnya dipenuhi luka sayat, luka tusuk hingga lebam ledakan Mereoleona masih tampak PeDe mampu mengatasi kelima reinkarnasi Elf tersebut.

Mampukah Leona melakukan serangan balik mematikan untuk mengalahkan kelima Elf tersebut? Meskipun kini tubuhnya sudah dipenuhi luka?

Patut untuk kita tunggu jawabannya di cahpter minggu depan.

Kami rasa hanya ada satu cara untuk bertarung melawan kelima reinkarnasi Elf tersebut, disaat semua fungsi inderanya sudah dilemahkan oleh sihir saljunya Fragil, yaitu dengan menggunakan Ki, seperti yang dilakukan oleh Yami Sukehiro.

Apakah Mereoleona bisa menggunakan Ki juga?

Piye menurutmu cah?

Thursday, 5 April 2018

APA ITU QUINX??? KANEKI IS BACK!!! [ REVIEW TOKYO GHOUL RE: 01 ]

Melanjutkan cerita dari Tokyo Ghoul yang endingnya menggantung, tidak sama dengan cerita dalam manganya, anime Tokyo Ghoul : Re, memulai cerita lumayan persis dengan apa yang diceritakan dalam manga.

Pada dasarnya episode 1 ini merangkum inti cerita dari manga chapter 1 - 6, yang merupakan cerita pengenalan karakter-karakter baru yang sebelumnya tidak ada dalam Tokyo Ghoul.

Namun dalam cerita pengantar ini ada beberapa adegan dalam manga yang dihilangkan dan dibuat berbeda dari versi asli.

Yang paling jelas terlihat perbedaannya adalah adegan saat Tooru Mutsuki bertarung melawan Torso di dalam taksi.

Awalnya terlihat sama dengan yang dimanga, tapi saat Torso tiba-tiba menyerang Tooru, adegannya langsung lompat ke adegan dimana Tooru menyerang Torso menggunakan belati Quinque miliknya.

Tidak ada adegan dimana Torso tanpa sengaja membuka bajunya Tooru, lalu mengetahui kalau Tooru itu sebenarnya seorang wanita.

Mengecewakan sekali bukan? Pasti banyak dari kalian yang ngarep adegan ini dianimekan to? Ngaku aja dah!!!

Nah, karena adegan yang ini di SKIP dalam anime, maka bisa disimpulkan kalau dalam versi anime identitas Tooru yang ternyata adalah seorang wanita masih belum diketahui oleh siapapun.

Perbedaan lainnya, dalam versi manga Urie dan Shirazu menemukan Tooru yang sedang diserang oleh Torso tanpa disengaja. 

Mereka yang sedang berkeliling kota mencari taksi yang dinaiki oleh Torsi secara random tanpa sengaja menemukan taksi yang sedang goyang-goyang dijalan dimana didalamnya ternyata sedang terjadi pertarungan sengit antara Torso dengan Tooru.

Namun dalam versi anime, Urie dan Tooru sudah tahu duluan taksi yang mana yang dinaiki oleh Tooru dan Torso. 

Mereka sengaja mengejar taksi yang dinaiki oleh Tooru karena mendapatkan sinyal emergensi dari Tooru.

Perbedaan lainnya lagi, saat Kaneki tiba-tiba muncul dalam pikirannya Sasaki untuk membantunya melawan Orochi, Kaneki tidak muncul dengan topeng Kakujanya seperti dalam Manga.

Kaneki hanya muncul dalam wujud manusianya, tanpa topeng Kakuja.
REVIEW TOKYO GHOUL RE: 01

Tapi, meskipun lumayan banyak yang dimodifikasi disana sini, kualitas animasi dan rentetan alur ceritanya terbilang jempolan.

Salah satu adegan pertarungan yang gue sangat suka di episode perdana ini adalah saat Shirazu tiba-tiba datang membantu Urie melawan seorang Ghoul sopir taksi yang tua gemuk.

Setelah menyelamatkan Urie dari serangan Ghoul sopir taksi tersebut, anggap saja begitu ya, karena sepertinya Urie tidak membutuhkan bantuan tersebut, Shirazu datang sambil mengoceh menyuruh Urie untuk berhati-hati. 

Padahal pada saat yang bersamaan, justru dialah yang paling tidka berhati-hati. Dia mengoceh terus tanpa memperhatikan sekelilingnya.

Kelengahannya tersebut kemudian dimanfaatkan oleh si Ghoul sopir taksi untuk menghujamkan Kagunenya kepada Shirazu.

Dan JLEB!!! Kagunenya tepat menancap di dadanya Shirazu.

Dan kampretnya lagi! Melihat rekan setimnya tertancap Kagune musuh, Urie justru bilang "Penyidik ketiga Shirazu, beristirahatlah dengan tenang."

Dan dia mengatakan hal tersebut dengan ekspresi yang tanpa dosa. Jangkrik!!!

Emang sih, Urie sudah tahu, serangan semacam itu tidka akan membunuh Shirazu yang seorang Quinx. 

Tapi kan seenggaknya, ada ekspresi-ekspresi khawatir atau apalah gitu, biar kesannya jadi rekan satu tim yang peduli.
\
Tapi ini malah bilang "Penyidik ketiga Shirazu, Beristirahatlah dengan tenang." Ngakak gue pas nonton adegan yang ini, sumpah.

Ngomong-ngomong, di episode ini Shirazu, Urie, Tooru dan anggota tim penyidik yang dipimpin oleh Sasaki Haize disebut sebagai Quinx.

Sebenarnya apa sih Quinx ini?

Secara sederhananya, Quinx ini adalah manusia setengah Ghoul.

Di dalam tubuh mereka ditanamkan Kakuhou yang sudah dimodifikasi seperti dalam proses pembuatan Quinque.

Sebelum diimplankan ketubuh manusia, kakuhou ini dilapisi dengan besi baja Quinque, agar lebih aman.

Setelahnya baru diimplankan ketubuh manusia dengan sistem frame, untuk mempermudah pengendalian kakuhou tersebut.

Total ada sebanyak 5 frame dalam sistem tersebut. Dimana setiap satu frame terbuka, maka output Kakuhounya akan naik 20%.

Jadi jika dalam pertarungan, si Quinx ini membuka hingga 3 frame, maka dia akan mengeluarkan 60% Kakuhou yang ada di dalam tubuhnya.

Semakin banyak frame yang terbuka semakin besar pula kekuatan tempur yang dihasilkan.

Tapi hati-hati semakin besar prosentase Kakuhou yang digunakan, semakin besar pula konsentrasi RC cell dalam aliran darah mereka.

Semakin tinggi konsentrasi RC cell di dalam tubuh mereka, semakin dekat pula diri mereka berubah menjadi Ghoul beneran.

Nah, karena Quinx ini hanya memiliki satu Kakugan, maka Quinx ini sering salah dikira Ghoul bermata satu.

Padahal Quinx sama sekali bukan Ghoul. Mereka tidak tertarik dengan daging manusia. Mereka masih makan manakan seperti manusia pada umumnya.

Tapi ya itu tadi, jika dalam pertarungan, mereka sampai membuka kelima frame kakuhounya, maka konsentrasi RC cell di dalam tubuh mereka akan semakin meningkat.

Semakin sering mereka terluka, dan semakin sakit luka yang mereka derita, maka semakin bertambah pula RC cell dalam darah mereka.

Peningkatan RC cell dalam darah ini akan menyebabkan mereka berubah menjadi Ghoul yang sebenarnya.

Jika sampai lidah mereka sudah merasa pahit memakan makanan manusia, dan lebih tertarik dengan daging manusia, itu tandanya si Quinx sudah berubah menjaid seorang Ghoul.

Penelitian tentang Quinx ini baru dilakukan oleh CCG setelah mereka menangkap Kaneki Ken, dalam Tokyo Ghoul Root A.

Nah, entah hanya perasaan gue saja atau emang anime Tokyo Ghoul Re ini sengaja dibuat dengan mengurangi adegan Gore di dalamnya, dan lebih menambah kenthel adegan actionnya.

Sehingga anime ini lebih condong sebagai anime bergenre action daripada anime bergenre thriller seperti dalam manganya.

Selain itu, pemadatan cerita manga yang seolah-olah sangat keterlaluan ini, sepertinya menunjukkan kalau anime Tokyo Ghoul Re sepertinya juga akan berakhir di episode 12 atau 13, seperti seri Tokyo Ghoul yang sebelumnya.

Piye menurutmu cah?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons